Pimpinan Pansus: KPK Busuk Dari Dalam
Laporan: | Kamis, 31 Agustus 2017, 14:49 WIB

. Wakil Ketua Pansus KPK-DPR, Taufiqulhadi mengaku keterangan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Pol. Aris Budiman dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pansus beberapa waktu lalu menguatkan dugaan selama ini bahwa memang terjadi pembusukan dari internal KPK.
"Itu menguatkan. Misal kami menduga bahwa ada friksi di dalam tubuh KPK. Karena KPK sangat tertutup. Sebuah lembaga yang sangat tertutup itu akan terjadi pembusukan dari dalam. Kemarin itu terkonfirmasikan bahwa terjadi friksi. Itu bagian dari pembusukan dari dalam," kata Taufiqulhadi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8).
Selama ini menurutnya di KPK telah terjadi pembusukan dari dalam. Bukan dari luar seperti yang klaim masyarakat selama ini. Hal itulah yang menurutnya menyebabkan internal KPK sendiri tidak solid.
"Bukan dibusukkan. Jadi akhirnya mereka gontok-gontokan sendiri. Kami sangat mengkhawatirkan hal seperti itu karena akan berpengaruh terhadap kinerja dan cara yang mereka lakukan. Dirdik ini salah seorang direktur yang sebetulnya menginginkan proses penyidikan menggunakan asas-asas yang berlaku. Misalnya KUHAP yang diindahkan dan sebagainya. Tersirat di dalam ucapan dia bahwa itu tidak diindahkan KPK selama ini," jelas Taufiqulhadi memaparkan.
Politisi Partai Nasdem ini menegaskan bahwa Pansus menilai bahwa publik harus tahu bahwa ada masalah di internal KPK. Pasalnya, anggaran yang digunakan oleh KPK selama ini adalah uang rakyat.
"Kan publik tidak tau kalau tidak ada DPR. DPR yang melakukan pengawasan. Bagaimana tidak ada urgensi? Kalau tidak merasa ada urgensi, saya merasa orang tersebut benar-benar telah salah kaprah. Itu lembaga yang dibiayai negara. Jadi harus bertanggungjawab kepada rakyat Indonesia," tegas Taufiqulhadi.
Ditanya kapan lagi Pansus akan mengundang KPK, Taufiqulhadi mengaku belum tahu. "Kita lihat nanti tapi saya harap KPK hadir," ungkapnya.
[rus]