Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Pimpinan DPR Suarakan Budaya Membaca

Laporan: | Selasa, 15 Agustus 2017, 19:11 WIB
Pimpinan DPR Suarakan Budaya Membaca Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengapresiasi munculnya gerakan gemar membaca yang diprakarsai anak bangsa, di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.
 
"Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menjadi tantangan berat bagi bangsa ini untuk mendorong tumbuhnya tradisi membaca pada masyarakat Indonesia. Karena itu perlu ada gerakan-gerakan dari kelompok membaca," katanya dalam diskusi bertajuk 'Buku, Media dan Kinerja Wakil Rakyat' di Komplek Parlemen, Jakarta (Selasa, 15/8).

Menurut Fahri, perkembangan informasi telah melahirkan tradisi malas membaca di berbagai lapisan masyarakat. Teknologi gadget itu pula memunculkan kebiasaan percakapan dengan kata-kata singkatan.

"Tanpa disadari kebiasaan itu membuat masyarakat pada akhirnya malas membaca," ujarnya.

Kondisi tersebut diperparah kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih banyak menonton ketimbang mengembangkan tradisi membaca. Sehingga, hal itu akan menjadi ancaman bagi kemajuan bangsa ke depan.

"Makanya kita juga perlu mengembangkan tradisi jurnalisme yang lebih sehat dengan membangun tradisi membaca," jelas Fahri.

Bukan hanya menghilangkan tradisi membaca, kemajuan teknologi juga menggerus sejumlah industri dan toko buku. Salah satu buktinya di Singapura banyak toko buku terkenal yang akhirnya tutup, begitu pula terjadi di Indonesia.

Namun begitu, Fahri mengaku tetap bangga karena dirinya ikut mengesahkan Undang-Undang Perbukuan, meskipun kondisi sekarang tantangan perbukuan makin berat.

"Yang penting bagaimana industri perbukuan ini bisa tetap eksis," katanya.
 
Dia punya alasan lain bahwa tradisi membaca masyarakat harus galakkan kembali. Membaca sesungguhnya sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia yang menganut berbagai agama dan memiliki kitab suci masing-masing. Bahkan, di dalam Islam, perintah pertama adalah membaca.

"Dengan cara itu kemudian menimbulkan tradisi berpikir dan membuat bangsa menemukan jalan terbaik," demikian Fahri.

Diskusi tersebut sendiri turut dihadiri antara lain perwakilan Ikatan penerbit Indonesia (IKAPI) Hikmat Kurnia, Firdaus Oemar dari Yagemi, Tatty Elmir dari Forum Indonesia Muda (FIM), dan relawan Perpustakaan MPR RI. [wah]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)