Seleksi Calon OJK, Komisi XI Cari Orang Yang Bisa Kerja Tim
Laporan: | Sabtu, 03 Juni 2017, 21:51 WIB

. Komisi XI DPR akan menggelar
fit and proper test terhadap 14 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) yang sudah disodorkan Pemerintah, Senin besok sampai Rabu nanti (5-7/6). Dalam pelaksanaannya nanti, Komisi XI tidak akan mencari orang yang paling pintar. Yang dicari adalah orang yang bisa bekerja secara tim.
Anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno menyatakan, sebelum pelaksanaan
fit and proper test ini, pihaknya sudah menggelar rapat dengan berbagai pihak, mulai dari perbankan, asuransi, sampai komunitas pasar modal. Tujuannya, untuk menampung masukan terhadap calon-calon DK OJK yang diterima DPR dari Pemerintah.
"Sejauh ini, masukan dari masyarakat dan stakeholders masih bersifat umum dan normatif. Dalam arti, semua nama calon DK OJK yang diterima DPR secara kompetensi dan integritas sudah terbukti. Begitu juga mengenai rekam jejak masing-masing calon," kata politisi senior PDIP ini, Sabtu (3/6).
Atas hal ini, Hendrawan yakin, 14 nama yang disodorkan Pemerintah adalah orang-orang jempolan. Makanya, Komisi XI nanti tidak akan lagi pusing-pusing mencari figur yang paling kompeten. Komisi XI tinggal menentukan calon mampu menjalin koordinasi yang baik dan bisa bekerja secara tim.
"
Fit and proper test nanti tekanannya bukan kompetensi lagi. Kalau semula diseleksi 800-an nama, kemudian diseleksi hingga 14 nama, berarti Tim Pansel yang dipimpin (Menteri Keuangan) Sri Mulyani sudah melakukan penyaringan secara masak. Itu sebabnya, teman-teman di Komisi XI tinggal mencari siapa yang membangun tim, berkoordinasi, dan bersinergi dengan baik,†jelasnya.
Hendrawan pun yakin, proses
fit and proper test nanti bakal berjalan mulus. Semua fraksi juga tidak akan lagi tarik-tarikan mengenai kepentingan oposisi dan koalisi. "Kalau dalam soal beginian, tidak ada lagi oposisi atau pihak pendukung Pemerintah. semuanya beusaha mencari yang terbaik," imbuhnya.
Menurut Hendrawan, membentuk DK OJK yang baik mirip dengan membangun sebuah tim sepak bola. Setiap posisi harus punya kemampuan yang spesifik. Sebab, tugas tiap posisi berbeda-beda. Tidak boleh semua anggota kemampuannya sama.
Untuk mempertajam pemahaman terhadap masing-masing calon, sambungnya, ada anggota Komisi XI yang menugaskan tenaga ahli untuk melihat rekam jejak masing-masing calon. Hal itu untuk melihat kinerja calon di lembaganya masing-masing.
"Para calon itu kan datang dari Bank Indonesia, dari OJK, dari KPK, dari PPATK. Nanti kita susun seperti membangun keseblasan. Kan (seleksi OJK) ini seperti menyusun tim sepak bola, yang dicari bukan superman, bukan superwoman tapi super team. Nah, untuk membangun superteam ini harus mampu membangun koordinasi dan sinergi. Itu saja," ucapnya.
Dalam pengajuan DK OJK ini, pemerintah mengelompokkan 14 nama calon dalam tujuh posisi berbeda. Semua posisi sudah diplot diisi dua calon. Calon ketua adalah Wimboh Santoso dan Sigit Pramono. Calon ketua Komite Etik diisi Agus Santoso dan Riswinandi. Calon kepala Eksekutif Pengawas Perbankan diisi Heru Kristiyana dan Agusman.
Kemudian, calon kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal oleh Nurhaida dan Arif Bahardin. Calon kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian diisi Edy Setiadi dan Hoesen. Lalu, calon ketua Dewan Audit oleh Haryono Umar dan Ahmad Hidayat. Terakhir, calon anggota bidangi edukasi dan perlindungan konsumen oleh Tirta Segara dan Firmanzah.
[rus]