Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Kerja BPK Dikritik Keras Dalam Bedah Buku Baharudin Aritonang

Laporan: | Rabu, 24 Mei 2017, 16:02 WIB
Kerja BPK Dikritik Keras Dalam Bedah Buku Baharudin Aritonang Buku tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ditulis oleh mantan anggota BPK, Baharudin Aritonang, disanjung sebagai referensi yang pas bagi masyarakat untuk lebih memahami badan auditor negara itu.

Begitu dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, saat membuka acara "Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat" di Gedung Perpustakaan MPR, Jakarta, Rabu (24/5). Para pembahas buku yang ditulis mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu adalah Anggota Fraksi PKS,  Al Muzzamil Yusuf; mantan Anggota  DPR dari Fraksi PPP, Achmad Yani; dan mantan anggota DPR dari Fraksi PDKB, Gregorius Seto Haryanto.

"Buku yang ditulis Baharudin Aritonang ini tidak diragukan lagi isinya. Bukunya bagus dan saya mengapresiasinya," kata Mahyudin.

Di mata Mahyudin, sebagai mantan anggota BPK, Baharudin, sangat memahami semua persoalan dan proses badan itu dalam mengaudit keuangan lembaga negara. Buku berjudul "BPK Dalam Sistem Ketatanegaraan" ini merupakan penyempurnaan dari buku yang awalnya berjudul  "Orang Batak Memandang BPK" yang ditulis Baharudin.
 
Sedangkan Al Muzzamil Yusuf pada kesempatan itu  lebih banyak mengkritik kinerja BPK selama ini. Menurut Anggota Komisi II DPR itu, BPK memiliki dua tugas utama yakni audit keuangan dan audit kinerja lembaga negara.

Namun, pada praktiknya, audit kinerja yang dilakukan BPK hanya 10 persen. Padahal, audit kinerja lembaga negara tidak kalah penting dengan audit keuangan. Hasil audit keuangan dan kinerja lembaga negara disampaikan BPK pada sidang paripurna DPR yang dilaksanakan pada bulan Agustus.

"Audit kinerja BPK dijadikan standar profesional dalam menilai lembaga negara, dan kemudian dijadikan evaluasi. Namun, audit kinerja lembaga negara tidak dilakukan BPK sepenuhnya. Ini perlu menjadi catatan serius BPK," ujar Al Muzzamil. [ald]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)