Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Setya Novanto: Pusdiklat DPR Untuk Wujudkan Parlemen Modren

Laporan: | Selasa, 04 April 2017, 01:54 WIB
Setya Novanto: Pusdiklat DPR Untuk Wujudkan Parlemen Modren . Ketua DPR RI Setya Novanto meninjau lokasi pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) DPR di Wisma Griya Sabha DPR, di Kopo, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/4).

Pusdiklat dibangun untuk meningkatkan peran Sekjen dan Badan Keahlian DPR dalam mewujudkan Parlemen yang modern.

Peninjauan itu juga dihadiri Wakil Ketua DPR yang juga ketua Tim Reformasi DPR Fahri Hamzah serta seluruh ketua pimpinan Komisi DPR.

Menurut Setya Novanto, rencana pembangunan Pusdiklat tersebut merupakam agenda lama. Saat menjadi ketua DPR, rencana itu dimatangkan. Namun sempat terhenti karena dia mengundurkan diri sebagai Ketua DPR.

Setelah kembali menjadi ketua DPR, rencana itu pun dimatangkan dan kemudian dibawa ke sidang paripurna. Sidang Paripurna DPR, menurut dia menyetujui perlunya DPR memiliki Pusdiklat.

"Dengan adanya Pusdiklat maka kita bisa meningkatkan peran Sekjen dan Badan Keahlian DPR," kata Setya Novanto.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, selain meningkatkan peran Sekjen juga untuk menatar tenaga ahli yang jumlahnya ribuan orang. Targetnya kata Setya Novant agar tenaga ahli benar-benar memiliki kinerja yang baik.

"Sebab selama ini tenaga ahli banyak yang jarang masuk," ungkapnya.

Sedangkan Ketua Tim Reformasi DPR, Fahri Hamzah mengatakan perjalanan rencana pembangunan Pusdiklat cukup panjang dan sudah disampaikan di Paripurna dan telah disetujui. "Tanpa interupsi," katanya.

Artinya, menurut Fahri Hamzah, menjadikan DPR sebagai Parlemen modern di masa yang akan datang suatu kebutuhan. Bahkan Presiden Jokowi pun ujarnya lagi menyetujui pembangunan Pusdiklat dengan mengeluarkan Kepres.

Dia menegaskan semua sistem pendukung pemerintahan memerlukan pusat pelatihan, namun hal itu justru dilupakan.

"Saya sering mengingatkan kalau tradisi demokrasi dimulai dengan penguatan Parlemen. Selama 32 tahun kita lupa membangun Parlemen moderen dan independen," kata Fahri Hamzah.

Dia berharap di masa kepemimpinan Setya Novanto, Pusdiklat tersebut bisa diwujudkan.

Kalau bisa diwujudkan, dia menambahkan, Pusdiklat bisa diintegrasikan ke Sekjen MPR dan DPD. Termasuk DPRD yang belum memiliki Pusdiklat.

"Artinya kita bangun otak berlegislasi lewat Pusdiklat. Jika sistem pendukung kuat, isyaallah nuansa legislator kita pun menjadi kuat," tandasnya.

Setelah memberikan penjelasan kepada wartawan, Setya Novanto, Fahri Hamzah dan rombongan meninjau lahan yang akan dibangun Pusdikla di atas lahan seluas 1.5 hektar. [rus]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)