Fadli Zon: Keris Adalah Bagian Identitas Budaya Nusantara
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi | Kamis, 16 Maret 2017, 10:58 WIB

Pameran keris nasional digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, di hari pembukaan masa sidang ke-IV DPR. Pameran bertajuk "Pesona Keris Bali dan Lombok" digelar berkat kerjasama DPR RI dengan Serikat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).
Pameran yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Maret ini dibuka langsung seluruh pimpinan DPR kemarin. Anggota DPR, Duta besar negara-negara sahabat, raja-raja nusantara, dan beberapa tamu undangan lainnya, turut hadir pada acara pembukaan tersebut.
Dijelaskan Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum SNKI Fadli Zon, keris merupakan pusaka nusantara dan bagian dari identitas budaya nasional.
"Budaya keris hidup merentang mulai dari barat hingga ke timur Nusantara. Hal ini menandakan bahwa keris benar-benar merupakan warisan kebudayaan yang memiliki akar kuat di dalam tradisi masyarakat Indonesia," ujarnya dalam keterangabn tertulisnya, Kamis (16/3).
Fadli mengatakan, keris sebagai pusaka nusantara, sejak 2005 telah dikukuhkan UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia, A Masterpice of the Oral and Intangible Heritage of Hummanity. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk pengakuan pertama terhadap budaya asli Indonesia.
"Baru setelah itu ada pengukuhan terhadap batik, wayang dan lain-lain," kata Wakil Ketua Umum DPP Gerindra itu.
"Ini juga menandakan bahwa keris tetap menjadi alat perjuangan nasional, terutama di panggung diplomasi. Dalam praktek diplomasi kita, saat ini keris telah menjadi salah satu cenderamata dalam kegiatan diplomasi kenegaraan," lanjutnya.
Dengan adanya pameran ini, Fadli Zon berharap bisa mendorong keris untuk lebih dikenal masyarakat luas. Dan ini merupakan wujud nyata komitmen DPR RI dalam mengapresiasi dan memajukan seni dan budaya bangsa. Terutama dalam melestarikan Keris sebagai benda pusaka bangsa.
Terdapat 105 keris Bali dan Lombok yang merupakan koleksi dari para anggota DPR, tokoh nasional, dan juga dari provinsi Bali dan NTB.
Dalam pameran kali ini juga terdapat bursa keris yang diikuti para pengrajin, empu, paguyuban yang memaharkan (menjual) keris mereka.
[ian]