DPR Pede Kondisi Ekonomi Nasional Bakal Makin Oke
Harian Rakyat Merdeka | Senin, 05 Desember 2016, 09:05 WIB

Komisi XI DPR senang aksi 212 berjalan aman, tertib, dan damai. Dengan aksi yang seperti itu, Komisi XI yakin kondisi ekonomi nasional tidak akan terganggu. Kondisi ekonomi akan membaik, karena aksi itu telah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia negara yang aman.
Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan menjelaskan, salah satu aspek yang penting bagi ekonomi adalah keperÂcayaan investor. Investor akan lari jika negara tidak aman. Makanya, saat menyaksikan aksi yang begitu damai, politisi Gerindra ini yakin tidak akan ada investor yang kabur. Justru akan banyak investor datang ke Indonesia.
"Saya rasa, karena masyarakat juga cerdas dan perpolitikan stabil, ekonomi kita tidak akan terganggu. Perekonomian justru bisa lebih baik," ucap Heri.
Kondisi tersebut terbukti pasca aksi 411 lalu. Pasca aksi itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 33 poin di level 5.362. Awalnya IHSG memang sempat turun 21 poin atau 0,41 persen ke level 5.307 dengan dana investasi asing yang keluar dari pasar saham Indonesia sebesar Rp 200 miliar. Namun, setelahÂnya, langsung menguat kembali. Demikian juga dengan nilai tukar rupiah yang ditutup menguat 7 persen atau 0,05 poin ke level Rp 13.068 per dolar AS.
Pasca aksi 212 kemarin, konÂdisi pasar modal juga cukup baik. Dalam penutupan pedaÂgangan Jumat kemarin, IHSD naik 9,2 poin atau 0,2 persen ke lever 5.207,9. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga stabil. Dalam menutupan itu, rupiah anteng di angka Rp 13.500 per dolar AS. "Ini berarti bahwa pasar merespons positif atas aksi demonstasi yang berlangÂsung tertib, aman, dan damai," katanya.
Tidak hanya itu, kata Heri, aksi 212 juga berdampak paÂda perbaikan ekonomi rakyat. Misalnya, para pedagang kaki lima, angkringan, dan pedagang asongan mendapat berkah dari aksi itu. Barang-barang yang mereka jajakan terjual habis.
"Banyak dari mereka mengaku penjualannya meningkat karena demo. Katanya, justru banyak yang beli. Ini positif. Tapi, harus dicatat, itu terjadi kalau demonya tertib dan damai," cetusnya.
Meski begitu, dia tetap mengimbau agar pemerintah tetap waspada terhadap permainan para spekulan yang mau memeÂtik keuntungan. Meski konÂdisi dalam negeri baik, ekonomi dunia masih bergejolak. Terlebih, Trump Effect masih terasa. Belum lagi dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa beberapa waktu lalu. Jika hal tersebut diÂmainkan para spekulan di pasar modal, akan mendistorsi nilai rupiah dan IHSG.
"Ya, tetap harus mewaspadai itu. Jangan terlena dengan kedeÂwasaan masyarakat di Indonesia dalam berdemokrasi. Sebab, kita juga dipengaruhi kondisi dunia," jelasnya.
Senada dengan Gunawan, anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun juga meyakini kondisi perekonomian Indonesia takkan terpengaruh dengan aksi 212 kemarin. Malahan, dia yakin kondisi itu bisa memberikan efek positif bagi perekonomian di Tanah Air.
"Kehadiran Presiden Jokowi menemui demonstran memÂbuktikan bahwa ada harmonisasi antara masyarakat dengan pemimpinnya. Ini akan berÂdampak baik pada perekonomian kita," jelas politisi Golkar ini.
Dengan kondisi ini, lanjutnya, tidak diperlu dikhawatirkan akan terjadi koreksi terhadap ekonomi nasional. Jika pun ada pelemaÂhan dalam nilai tukar rupiah dan IHSG, bukan karena gejolak politik dalam negeri.
"Kalaupun ada gejolak, itu karena sentimen pasar bukan karena gejolak politik," tandasÂnya. ***