Menjaga Bali Sebagai Harta Karun Indonesia
Laporan: | Senin, 10 Oktober 2016, 13:05 WIB

Pelaksanaan Press Gathering Setjen DPR RI bersama Wartawan Koordinatororiat DPR berjalan meriah dan lancar pada 7-9 Oktober kemarin. Acara kali ini mengangkat tema 'Melindungi Bali, Sebagai Destinasi Wisata Berkearifan Lokal' dibuka oleh Ketua DPR Ade Komarudin. Acara dihadiri lebih dari 100 awak media.
Dalam sambutannya, politisi yang akrab dipanggil Akom itu mengatakan, Bali adalah harta karun Indonesia yang harus dijaga bersama. Kearifan lokal, seni dan budaya harus dilestarikan serta kondisi alam di pulau dewata juga harus dirawat juga.
"Bali saya kira harta karun Indonesia di bidang wisata. Sekarang juga sudah mulai berkembang (pariwisata) di beberapa daerah lain tetapi Bali akan terus menjadi destinasi tersendiri bagi wisata Indonesia dan dunia," ujar Akom saat membuka Press Gathering, Jumat malam (7/10).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyas Titi Swasanany juga menyampaikan, setelah dibuka oleh ketua DPR, Press Gathering dilanjutkan dengan diskusi bersama Wakil Ketua Komisi X Sutan Adil Hendra dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sekaligus Asisten II Pemprov Bali Ketut Wija.
Dalam diskusi, Sutan Adil menyampaikan tradisi serta adat istiadat yang ada di Bali adalah hiburan yang membuat turis menjadi tidak bosan untuk berkunjung ke Bali lebih dari satu kali, selain alamnya yang menjadi daya tarik.
"Destinasai kearifan lokal Bali ini kata kunci dalam mengembangkan pariwisata," ujar anggota Fraksi Gerindra itu.
Dia menekankan kepada pemangku kepentingan wisata di Bali agar mempertahankan tradisi, kebudayaan dan adat istiadat yang ada di tengah masyarakat.
Sementara, Ketut Wija menanggapi pernyataan tersebut dengan menjelaskan bahwa tradisi yang ada di Bali sudah disadari memiliki keunikan. Meski banyak turis asing masuk daerah yang dijuluki Pulau Dewata sehingga terjadi akulturasi budaya, namun tradisi asli tetap dijaga dengan menerima yang baik dan menghidar hal buruk.
[wah]