Akom: Aktivis Dan LSM Australia Yang Gatal Menyerukan Kemerdekaan Papua
Laporan: | Sabtu, 08 Oktober 2016, 09:30 WIB

. Ketua DPR RI Ade Komarudin mengungkapkan bahwa Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema menyampaikan kepadanya bahwa sesungguhnya di negeri Kanguru itu para aktivis mahasiswa dan lembaga sosial masyarakat (LSM) yang menyerukan kemerdekaan Papua dibekingi oleh gereja.
"Dubes (Australia) menyampaikan ada berita dari Canbera, bahwa ada satu petisi lagi menyangkut soal Papua Barat. Jadi biasa, LSM Australia yang sering gatal, membuat kita menjadi tidak baik, walaupun pemerintahannya baik, tetapi LSM yang dibiayai oleh, terus terang saja oleh banyak gereja disana yang membantu gerakan Papua Merdeka ini, dan tentu dilakukan secara sistematis," ungkapnya melaporkan hasil kunjungannya ke Australia kepada wartawan, Kute, Bali, Jumat malam (7/10).
"Jadi kalau secara demostrasi itu disana memang dibayar, kayak gerakan Papua Merdeka yang dibiayai oleh aktivis gereja disana," lanjut Akom sapaan akrabnya.
Hal itu, lanjut dia, juga terjadi di negara bagian lainnya seperti di Melbourne. Disana aktivis Papua Merdeka pernah mengibarkan bendera Bintang Kejora ketika mereka merayakan hari kemerdekaan Indonesia.
"Saya kemarin bicara juga dengan KonJen di Melbourne juga demikian. Pernah warga kita disana, memperingati 17 Agustus, kemudian di tempat itu juga ada yang melakukan pengibaran bendera Papua, bendera Bintang Kejora. Dan itu ternyata yang mengibarkan adalah mahasiswa yang dibayar oleh orang-orang itu (gereja)," beber Akom.
Menurut dia, apa yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa dan LSM Australia itu sesungguhnya mengganggu hubungan baik antara pemerintah Australia dengan Indonesia.
"Jadi itu sebenarnya yang mengganggu hubungan kita dengan Australia itu bukan pemerintahnya, tetapi masyarakatnya yang memang susah dikembalikan sebagai negara demokrasi," tukas politisi Partai Golkar ini.
[rus]