Isu Impor Pangan Cuma Sebatas Buat Kampanye Doang
Harian Rakyat Merdeka | Jumat, 07 Oktober 2016, 09:23 WIB

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menilai target pangan pemerintah sebenarnya sederhana. Salah satunya agar semua warÂga negara bisa mengkonsumsi hasil dari petani Indonesia sendiri.
"Karena target itu pula sekÂtor pertanian dan peternaÂkan harusnya berbasis lokal," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Rakyat, lanjut dia, makan daging tapi masa mengembangkan ternak saja negara tidak bisa. Padahal kata Fahri, yang namanya berternak dan bertani adalah pekerjaan dari zaman dahulu. "Tapi kenyataannya kebutuhan akan produk perÂtanian dan ternak, kita masih impor semua," tegas Wakil Ketua DPR ini.
Seharusnya, kata Fahri dicek satu-satu konsumsi produk pertanian itu. Faktanya itu tidak dilakukan. "Jadi nanti setiap ada pilpres pasti calon presiden menggunakan isu impor pangan untuk kepentÂingan politiknya. Pak Jokowi, saya masih sangat ingat dulu ngomong 'masa kita masih impor'. Setelah jadi presiÂden, nyatanya juga tidak bisa ngapa-ngapain," tegasnya.
Lalu datang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gembar-gembor ada mafia impor daging, lalu ada yang ditangÂkap dan masuk bui. Tapi samÂpai hari ini impor jalan terus. "Sekarang Pak Irman Gusman (mantan Ketua DPD) dituduh mafia impor gula, sampai nanti juga tidak ada itu mafia. Kayak begini-begini terus. Padahal ini pertarungan antarimportir saja," ujar dia.
Semua dugaan dengan laÂbel mafia itu menurut Fahri hanya masalah, kenapa kasih yang lain segini dan yang lainnya segina? Tapi impor terus selalu berulang. "Jadi ini adalah kemunduran permanen ketika negara yang tidak bisa mengatasi masalah impor ini," pungkasnya. ***