Tim Survei Berubah, Kerjanya Manipulasi Data dan Puaskan Bohir
Laporan: | Kamis, 06 Oktober 2016, 19:32 WIB

Kalangan dewan mewanti-wanti lembaga survei yang ada di Indonesia. Dewan merasa lembaga tersebut mulai tidak independen. Mereka kelihatan rangkap fungsi menjadi pelaku survei, konsultan politik, sekaligus tim sukses.
"Tim survei saat ini sudah banyak yang berubah, ada yang menjadi tim konsultan politik, dan sekaligus menjadi tim sukses. Ini tidak benar," kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Riza Patria dalam Dialektika Demokrasi "Menguji Survei Jelang Pilkada DKI," di Media Center DPR, Kamis (6/10).
Dari amatan dia, lembaga survei selama ini, terutama di Pilkada dan Pilpres sudah banyak yang berubah. Mereka kerap kali keluar dari fungsi yang sebenarnya.
Riza menegaskan, lembaga survei tidak boleh menempatkan dirinya seperti itu. Apalagi berkolusi dengan
bohir (cukong penyewa jasa-
red). Lembaga survei, seharusnya memiliki integritas dan independen.
"Termasuk memanipulasi data demi memuaskan pihak atau calon yang mengordernya," tegasnya.
Riza mendukung langkah untuk membuat regulasi agar lembaga survei tidak lagi menyimpang dalam melaksanakan fungsinya.
[sam]