PPATK Harus Kembangkan Temuan Dana Teroris Dari Luar Negeri
Laporan: | Rabu, 14 September 2016, 15:36 WIB

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan tentang aliran dana asing masuk ke Indonesia untuk pendanaan terorisme.
Hal itu sudah disampaikan Kepala PPATK, Muhammad Yusuf, pekan lalu. Dia mengatakan, sebagian besar pendanaan untuk para teroris di Indonesia berasal dari Australia.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin, menyarankan PPATK untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian. Dari situ kepolisian akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
"Mereka lacak itu alirannya," kata Hasanuddin, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/9).
Politisi PDI Perjuangan ini menekankan agar aparat hukum menelisik identitas penerima dan pengirim dana mencurigakan tersebut.
"Perlu dilibatkan juga BIN dan semua aparat intelijen," lanjutnya.
Namun demikian, pria yang akrab disapa Kang TB ini mengingatkan aparat hukum untuk tidak hanya terpaku pada aliran dana dari luar Indonesia atau sebaliknya. Sebab dia menduga Indonesia hanya dijadikan negara perantara.
"Mungkin sumber dari Australia, tapi bisa juga dari negara lain ke Australia, barulah ke Indonesia. Sehingga harus dilacak lebih dalam lagi," ujarnya.
[ald]