Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Misbakhun Yakin Tax Amnesty Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi | Jumat, 09 September 2016, 14:07 WIB
Misbakhun Yakin Tax Amnesty Akan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

M. Misbakhun/ Net

Anggota Komisi XI DPR, M Misbakhun menyatakan optimismenya atas asumsi makro dalam RAPBN 2017 yang telah disepakati oleh pemerintah dan DPR. Menurutnya, sepanjang pemerintah kreatif namun tetap bisa berhati-hati, maka target pertumbuhan ekonomi 5,1 persen bisa tercapai.

Misbakhun menyatakan hal itu untuk merespons hasil kesepakatan antara Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dalam rapat kerja tentang asumsi makro RAPBN 2017 di Jakarta, Rabu (7/9) malam. Dalam raker itu disepakati bahwa bahwa asumsi pertumbuhan ekonomi nasional pada angka 5,1 persen sebagaimana usulan Menkeu SMI.

Angka itu lebih rendah ketimbang usulan Presiden Joko Widodo dalam nota keuangan RAPBN 2017. Presiden di depan paripurna DPR pertengahan Agustus lalu menyodorkan asumsi pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen.

Misbakhun mengatakan, sebagaimana cerita SMI yang ikut dalam KTT G-20 di Hangzhou, Tiongkok pada 4-5 September lalu, persoalan pelambatan pertumbuhan ekonomi selama tujuh tahun terakhir ini memang jadi sorotan utama.  Pelambatan ekonomi global itu bahkan diperkirakan bakal berlangung hingga 2017.

Untuk itu, Misbakhun mengharapkan pemerintah juga semakin kreatif dalam memacu pertumbuhan ekonomi agar lebih berkualitas.  "Pelambatan masih terjadi di perekonomian dunia dan sejak awal kita selalu membahas sentimen domestik. Karena itu, kreativitas kita akan menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi kita sebagaimana program-program ekonomi di APBN," katanya di DPR, Kamis (8/9).

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, asalkan pemerintah kreatif maka target pertumbuhan ekonomi pasti tercapai. Sebab, jika pemerintah bisa kreatif maka investasi diharapkan akan masuk dan lapangan pekerjaan pun tersedia.

"Harus kita sadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, tapi dengan program pembangunan yang kreatif, pemerintah juga akan mampu menciptakan lapangan kerja," katanya.

Lebih lanjut Misbakhun mengatakan, Indonesia yang berpenduduk sekitar 251 juta jiwa memiliki potensi besar untuk mendorong konsumsi. Ketika sektor konsumsi bergerak, katanya, maka perekonomian pun tumbuh.

Misbakhun menegaskan, optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan terus meningkat juga didasari keyakinannya pada kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak. Sebab, asumsi di RAPBN 2017 belum mempertimbangkan target tax amnesty.

Kalau tax amnesty tercapai di tahun 2016, maka akan ada tambahan likuiditas tambahan masuk. Begitu ada repatriasi, tentunya akan banyak karena investasi ini tidak di satu tempat,” ulasnya.

Meski demikian ia tetap mewanti-wanti agar pemerintah berhati-hati. Karenanya, asumsi yang dipatok di APBN pun harus dikawal dengan baik.

Asumsi makro ini bukan milik DPR atau pemerintah, melainkan milik negara. Ini harus bisa dibangun dengan baik," ujarnya.

Untuk diketahui,  pemerintah dan DPR telah menyepakati beberapa asumsi makro dalam RAPBN 2017. Selain target pertumbuhan ekonomi yang disepakati pada angka 5,1 persen, kesepakatan lainnya adalah angka inflasi dipatok 4 persen, nilai tukar USD setara Rp 13.300, serta suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan sebesar 5,3 persen.

Kesepekatan lainnya adalah tingkat pengangguran di angka 5,6 persen, kemiskinan 10,5 persen, Gini Ratio 0,39, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,1. [ian]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)