Di Hadapan Anggota DPR, Pedagang Pasar Jelaskan Kentang Lokal Lebih Enak Dibanding Kentang Impor
Laporan: Ruslan Tambak | Rabu, 08 Agustus 2012, 12:03 WIB

. Menjelang hari raya Iedul Fitri, kentang impor membanjiri pasar tradisional. Hal ini terlihat di Pasar Keramat Jati, Jakarta.
Di pasar ini terlihat tumpukan kentang berton-ton, yang berasal dari China. Menenai harga, kentang impor ini lebih murah dibandingkan harga kentang lokal. Kentang lokal harganya Rp 4.000 sedangkan harga kentang impor hanya Rp 3.300.
"Ini menjelang lebaran saja Pak, kebutuhan semakin banyak. Biasanya pembeli memilih kentang lokal," kata Pak Haji, panggilan akrab pedagang kentang, kepada beberapa Komisi VI DPR yang melakukan kunjungan kerja ke pasar Kramat Jati, siang ini (Rabu, 8/8).
Alasan pembeli memilh kentang lokal bukan tanpa alasan. Menurut Pak Haji ini, kentang lokal lebih lunak dan enak serta tidak mudah pecah.
"Kentang kita lebih baik, gak pecah, bisa buat prekedel. Kalau kentang impor biasanya untuk dipotong-potong," katanya, yang langsung disambut ketawa anggota DPR yang memperhatikannya
Kalaupun banyak kentang Impor, kentang lokal juga terlihat banyak di pasar ini. Untuk kentang lokal sendiri diambil dari Jawa, dan sebagian lainnya diambil dari Jambi dan Padang.
[ysa]