Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)

Marzuki Alie: Anggota DPR Jangan Gagah-gagahan

Laporan: | Minggu, 06 Mei 2012, 19:38 WIB
Marzuki Alie: Anggota DPR Jangan Gagah-gagahan

MARZUKI ALIE/IST

RMOL. Anggota DPR sekarang ini gagah-gagah. Bukan hanya selalu dikawal beberapa ajudan saat bepergian, ternyata sebagian mereka juga punya senjata api yang bisa ditenteng ke mana-mana. Maksudnya, mungkin kalau ada bahaya atau digangu orang, bisa langsung didor.

Ketua DPR Marzuki Ali tidak tahu kalau banyak anggota yang punya pistol. Dia justru kaget ketika dikonfirmasi bahwa ada sebagian anggota DPR yang sering bawa pistol.

“Oh gitu. Saya belum tahu itu,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (6/5).

Dia menilai, sebenarnya anggota DPR tidak perlu punya senjata api. Sebab, tugas DPR bukan untuk perang. Anggota DPR juga tidak dalam terancam. “Kalau yang punya, paling buat gagah-gagahan aja,” ujarnya.

Marzuki mengaku, dirinya beberapa kali ditawari senjata oleh seseorang. Alasannya sama, untuk jaga diri. Namun dirinya tidak pernah mau. “Saya nggak merasa perlu. Karena saya nggak punya musuh,” akunya.

Karena itu, dia menyarankan para koleganya untuk tidak menggunakan sejata juga. Soal ada musuh atau ancaman keselamatan, kata dia, itu tergantung sikap masing-masing. Kalau diri sendiri baik, tidak akan ada yang mau memusuhi dan membunuh.
Kata Marzuki, dengan punya senjata, potensi punya musuh dan tindak kekerasan justru lebih besar. Ada sedikit saja kegaduhan langsung curiga dan siap gunakan senjata.

“Jadi, apa sih untungnya punya senjata. Kalau menembak kita tidak dipenjara. Kalau tertembak kita masuk kuburan. Lebih baik nggak usahlah,” tandasnya.

Kabar banyaknya anggota DPR yang memiliki senjata disampaikan anggota Komisi III Martin Hutabarat. Martin sendiri tidak punya senjata, tapi temannya di Komisi III ada yang punya senjata. Namun, siapa saja yang punya senjata itu,  Martin enggan merincinya. “Tentu kepemilikan itu sudah punya izin,” ujarnya.

Anggota Komisi I dari Fraksi Hanura Susaningtyas Kertopati menyatakan, banyak rekan-rekannya yang bawa senjata saat ke dapil karena sering pengamanan dari aparat kurang maksimal.

“Bila aparat sudah dengan tepat mengamankan daerah, saya rasa tidak perlu lagi bawa senjata,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu (6/5).

Namun, dia tidak menapik kalau ada juga rekan-rekannya yang bawa senjata sekadar untuk gagah-gagahan. Kalau motivasinya seperti itu, dia sarankan tidak usah. Sebab, salah-salah, senjata itu malah akan membuat masalah buat yang memegangnya. [arp]
1xx

Kolom Komentar

Artikel Lainnya

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)