DPR: Perkosaan di Angkot, Teror Psikologis Baru
Laporan: | Jumat, 16 September 2011, 11:46 WIB
RMOL. Ibukota semakin tidak aman bagi warganya, terutama kalangan perempuan karir yang kerap beraktivitas hingga malam hari dan pulang menggunakan angkutan umum.
Beberapa waktu belakangan ini, media massa diwarnai pemberitaan suram mengenai rentetan kriminalitas yang menimpa perempuan. Kebanyakan korban tidak hanya dirampok tetapi juga diperkosa. Yang banyak terjadi adalah ketika mereka berada sendirian di dalam angkutan umum dan pelaku biasanya lebih dari satu orang.
Maraknya kasus kriminalitas di angkutan umum Jakarta membuat prihatin pimpinan DPR. "Ini teror baru dalam masyarakat kita. Sulit diterima masyarakat sehat," kata Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Jumat (16/9).
Priyo mengimabu agar polisi lebih pro-aktif dan mulai giatkan melakukan razia terhadap angkutan-angkutan umum secara rutin.
"Jangan sampai menjadi momok para gadis. Jadikan Jakarta aman. Aparat harus pro aktif karena bahayanya akan jadi teror psikologis," ujarnya lagi.
"Ugal-ugalan, maka kesempatan untuk razia. Diperkosa di angkot yang berjalan itu sudah sangat tidak beradab lagi. Harus dihukum keras, dengan efek jera. Saya membaca berita itu marah," tegasnya.
[ald]