muhaimin iskandar/ist
DPR bergerak cepat. Di saat KPK masih berwacana, Dewan sudah menetapkan tanggal memanggil Menakertrans Muhaimin Iskandar. Selasa lusa (6/9), Muhaimin akan diinterogasi soal skandal duit dalam kardus duren yang melibatkan dua pejabat Kemenakertrans.
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning. Tadinya, Ribka malah beÂrenÂcana memanggil Muhaimin besok (Senin, 5/9). Namun terÂnyata, Sekretariat DPR belum aktif di hari perÂtama kerja setelah libur Lebaran.
“Jika tidak ada halangan, Selasa kami akan panggil Menakertrans untuk rapat kerja. Mudah-mudahan semua anggota Komisi IX sudah aktif. Kami akan tanya mendetail soal suap dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah di KeÂmeÂnaÂkerÂtrans,†jelas Ribka ketika dihubungi Rakyat Merdeka, tadi malam (Sabtu, 3/9).
Politisi PDIP ini geregetan saat mengetahui dua pejabat KeÂmeÂnaÂkerÂtrans ikut tertangkap tangan KPK, 25 Agustus lalu. Keduanya diduga meÂneÂrima suap Rp 1,5 miliar dari kuasa diÂrekÂsi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati. Duit ditaruh dalam bungkus kardus beÂkas duren.
Dua pejabat Kemenakertrans yang dimaksud Ribka adalah Sekretaris DiÂrektorat Jenderal Pembangunan KaÂwasan Transmigrasi I Nyoman SuisÂnaÂya dan Kepala Bagian Program EvaÂluasi dan Pelaporan Dadong IrÂbaÂreÂlaÂwan. Belakangan, pengacara DharÂnaÂwati, Farhat Abbas mengatakan, meÂnurut kliennya, duit itu merupakan haÂdiah Lebaran buat Muhaimin.
KPK menduga, pemberian uang itu unÂtuk memuluskan program pemÂbaÂnguÂnan Âinfrastruktur kawasan transÂmiÂgraÂsi di 19 kabupaten dan kota. Alokasi daÂna proyek pada Anggaran PenÂdaÂpatan dan Belanja Negara Perubahan itu senilai Rp 500 miliar.
Yang lebih membikin miris, imbuh RibÂka, ada dana Rp 500 miliar yang meÂÂnurutnya tidak pernah dibahas daÂlam rapat dengan Komisi IX.
“AngÂgaran ini tidak dibahas dalam APBN Perubahan. Agak kaget juga. Yang lain juga bilang itu tidak dibahas di KoÂmisi. Ini keÂbiaÂsaan jelek,†jelas Ribka. [rm]