ilustrasi, operasi paÂsar
“Lonjakan permintaan menjeÂlang Lebaran tidak bisa dihinÂdari kaÂrena perubahan pola konÂsumsi yang sudah menjadi kulÂtur maÂsyaÂrakat kita,†ujar angÂgota KoÂmisi VI DPR Mustafa Kamal di Jakarta, kemarin.
Untuk itu, Kamal menilai penÂtingnya OP. Meski harga cabe seÂdang turun, namun secara umum terÂjadi kenaikan harga pangan yang dapat mendorong tekanan inflasi menjadi tinggi. Apalagi ditambah dengan harga minyak dunia yang kembali tinggi.
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), poÂtensi inflasi ketika puasa dan LeÂbaran tidak akan lebih dari satu persen. Meskipun sampai deÂngan semester I tahun ini laju inflasi masih tergolong rendah, namun tetap harus diwaspadai.
Ia mencontohkan, harga beÂras untuk kualitas umum dan terÂmuÂrah pada Juli mengalami keÂnaikan 5-7 persen dari posisi buÂlan sebelumnya. Kenaikan harga baÂÂhan pangan utama ini pada peÂkan kedua Agustus seÂkitar dua persen dari level buÂlan lalu. Belum lagi ditemukan produk-proÂduk impor seperti buah-buahÂan, sayuran dan remÂpah-rempah yang banyak berÂedar di pasar tradisional.
Untuk itu, Kamal meminta peÂmerintah memperketat izin imÂpor terÂÂhadap ketiga produk terÂsebut unÂtuk melindungi keÂpentingan petani lokal.
Dia juga mengimbau pemeÂrinÂtah berperan aktif menjaga staÂbilitas harga kebutuhan poÂkok, khuÂsusnya di pasar doÂmestik. maksudnya, untuk menÂjaga teÂkanan inflasi yang terlalu tinggi.
“Pemerintah harus memiliki strategi menjaga stabilitas harga, jaÂngan sampai kejadian yang saÂma terulang dari tahun ke taÂhun,†ucapnya.
Sedangkan anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin meÂnangÂÂgapi maraknya buah impor di pasaran.
Menurutnya, pemerintah sehaÂrusnya memberi dukungan keÂpada pihak-pihak yang telah meÂnyaÂtakan perang terhadap buah impor dengan mengembangkan kuaÂlitas buah lokal hingga meÂnempati posisi yang baik di pasaran.
Anggota Fraksi PKS ini berÂharap, kerja nyata dapat dilaÂkukan pemerintah dalam meÂmeÂrangi buah impor saat ini adalah menghentikan fasilitas masuknya buah impor dengan mengÂhenÂtikan izin perusahaan yang akan mengimpor buah.
“Indonesia tidak akan kelaÂpaÂran hanya karena tidak makan buah impor. Tanaman pangan dan buah lokal masih dapat menjadi andalan rakyat IndoÂnesia untuk dikonsumsi sendiri,†cetus Ma’mur.
Pernyataan perang terhadap buah impor yang dilakukan peÂmerintah, menurut Ma’mur, akan menjadi gaung besar di setiap provinsi. [rm]