Senin kemarin, Rachel Wood memang sempat mengunggah sebuah surat tentang pelecehan seksual lewat akun Twitter-nya. Dalam wawancaranya dengan majalah tersebut, artis 29 tahun itu memberikan lebih banyak detil.
"Kurasa, seperti banyak wanita lain, aku memiliki dorÂongan untuk menjadikannya kisah cengeng, untuk tidak menjadikannya berkisar tenÂtangku," ujar bintang film
Ides of March ini. "Kurasa, jauh di lubuk hatiku, aku tidak ingin dituduh sebagai pencari perhatian, atau dibilang 'itu bukanlah pemerkosaan', atau, 'itu bukan hal serius.'"
Walaupun begitu, Rachel Wood memutuskan untuk tetap menyampaikan kisahnya.
"Aku menolak untuk perÂcaya bahwa kita hidup di masa kita bisa untuk terus diam. Aku benar-benar tidak mau memÂpercayainya. Apalagi mengÂingat kondisi dunia saat ini penuh dengan kebencian dan seksisme yang blak-blakan," ia melanjutkan.
Rachel Wood mengungkapÂkan, pasangannya saat itulah yang memperkosanya.
"Pertama kali, aku tidak yakin apakah jika dilakukan oleh pasangan hal tersebut masih dianggap pemerkosaan, sampai akhirnya sudah terlamÂbat. Lagipula, siapa yang akan mempercayaiku," tulisnya. Orang kedua yang memperkoÂsanya adalah seorang pemilik bar. "Yang kedua kalinya, aku berpikir itu adalah salahku, dan aku seharusnya melawan lebih keras, tapi aku takut." ***