Sandra Dewi makin serius merajut asmara dengan Harvey Moeis, pengusaha batubara asal Papua kelahiran China. Dara asal Pangkal Pinang ini, berharap tidak jatuh ke pelukan laki-laki lain. Namun tetap saja hingga saat ini belum ada bayangan kapan ke pelaminan.
"Kalau aku lebih baik telat nikah daripada gagal, jadi santai aja," ungkap Sandra.
"Ya nggak ditargetin sih jalanin saja, karena sekarang kita sama-sama mau nabung aja dulu," lanjutnya.
Sejauh ini pula bintang film
Quickie Express, Tarzan Ke Kota dan
Langit Ke-7 ini belum membawa serta Harvey ke acara artis. Tapi dia bilang, sang kekasih sudah dikenal oleh keluarganya.
"Orangtua sudah dikenalin dan mendukung. Kita juga nggak ada yang ditutupin, kecuali tertutup sama wartawan, takut gagal lagi," urainya sambil tersenyum.
Kembali ke soal pernikahan. Sandra berkilah belum siap karena khawatir dengan masalah biaya,
"Semua mahal ya. Apalagi teman-teman pada bilang menikah itu mahal. Tabungan harus diperbanyak dulu, apalagi perekoÂnomian lagi turun," katanya.
Supaya bisa menghemat dana, Sandra punya cara mensiasati pernikahan yang murah meriah menurut versinya.
"Kepengennya sih nikah di luar negeri supaya lebih irit, unÂdangannya kan dikit," katanya sambil tertawa.
Bisa nikah tahun depan, nggak? "Belum tahu, nabung dulu. Tahun depan, belum tentu. Tahun ini, ngumpulin tabungan dulu aja," jawabnya.
Ditanya mengenai konsep pernikahan, Sandra masih konsisten dengan tema yang pernah beruÂlangkali ia ucapkan.
"Aku pengen konsep nikahnya kaya Princess begitu dan dilaksanakannya di Disneyland," kata Sandra.
Kegagalan demi kegagalan dialami Sandra dalam urusan percintaan. Agar tak mengulang nasib, Sandra pun melakukan trik khusus supaya hubungannya dengan si pacar awet dan langgeng.
"Sekarang kalau weekend aku benar-benar pacaran. Walaupun kerja tapi tetap ada yang menemani," ucap pemain film
Aku dan
Harapanku ini.
Maklum saja, beberapa kali pacaran, hubungan Sandra kandas lantaran dirinya terlalu sibuk di panggung hiburan. Ujung-ujungÂnya, jarang ketemu pacar, cekcok dan memutuskan berpisah.
"Ya karena pengalaman yang lalu-lalu kan nggak jadi. Nah ini ada pacar baru, jadi jangan kayak dulu lagi," imbuhnya.
Harvey adalah sahabat Daniel Mananta. Mereka diperkenalÂkan Daniel saat makan siang di salah satu restoran di Jakarta.
"Waktu itu, kita lunch bersama Daniel Mananta. Kemudian kita ditinggal berdua," akunya.
Setelah Daniel pergi, keduanya mulai berbagi cerita tentang banyak hal. Tentang latar belakang dan kepribadian masing-masing.
"Akhirnya kita ngobrol dan cari tahu satu sama lain yang membuat kita sama-sama tertarik," kisahnya.
Setelah perkenalan pertama itu, mereka kerap berhubungan lewat media sosial jika tidak bisa bertemu langsung karena kesibukan masing-masing. Namun, jika ada waktu, mereka pasti bertemu.
"Ketika pertama kali bertemu, kami sudah sama-sama tertarik. Kami ngobrol, Whatsapp-an, nonton, makan, dan ke gereja bareng," cerita Sandra.
Sandra pun memiliki alasan mantap memilih Harvey sebagai calon suaminya. Ada beberapa hal prinsip yang membuat dia semakin tertarik kepada pengusaha batu bara itu.
"Kita sama-sama sayang keluarga dan kebetulan kami sama-sama Katholik," kata Sandra.
Mereka resmi menjadi sepasang kekasih setelah mengikuti misa di Gereja. Dari Gereja, keduanya memutuskan makan malam bersama. Dan pada kesempatan yang spesial itu, Harvey menyatakan cintanya.
"Terus pas dinner, dia cuma nanya, 'Kita sama-sama suka, kan? Iya, aku terima," ungkap Sandra. ***
BERITA TERKAIT: