Suahasil mengatakan, dalam pelaksanaan APBN 2026 dan penyusunan APBN 2027, tidak terdapat pos penerimaan dari dividen Danantara yang digunakan untuk membiayai belanja negara.
"Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara. Saat ini saya juga bekerja mempersiapkan APBN 2027 yang tidak ada dividen Danantara di situ, tidak tercatat," kata Suahasil kepada media di Kempinski, Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurutnya, kontribusi Danantara terhadap perekonomian nasional tidak seharusnya hanya dilihat dari besaran dividen yang disetorkan kepada negara.
Suahasil justru menilai manfaat utama Danantara dapat dilihat dari aktivitas investasi dan berbagai proyek yang dijalankan untuk menciptakan dampak ekonomi secara langsung.
"Tetapi dividen Danantara yang paling penting bukan hanya soal uang yang tadi ditanyakan," tegasnya.
Ia menjelaskan, proyek-proyek yang dijalankan Danantara diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi barang dan jasa, serta menghubungkan investasi dengan sektor swasta.
"Dividen Danantara yang paling penting adalah pekerjaan Danantara. Apa saja agenda kerja, apa saja proyek yang mau dilakukan, apa saja aktivitas yang didesain dan akan dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat Indonesia," tuturnya.
Suahasil menambahkan, berbagai aktivitas tersebut pada akhirnya diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
"Itulah dividen Danantara yang paling utama. Kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, mengkonek dengan investasi dari pihak swasta dan kemudian mensejahterakan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: