Penting Perkuat Kolaborasi Jaga Ketahanan Energi dan Distribusi BBM Tepat Sasaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Kamis, 29 Oktober 2026, 12:25 WIB
Penting Perkuat Kolaborasi Jaga Ketahanan Energi dan Distribusi BBM Tepat Sasaran
Diskusi Penggerak Milenial Indonesia bertajuk “Strategi Menjaga Ketahanan Energi Nasional; Tanggung Jawab Bersama dalam Mengawal Penyaluran BBM Tepat Sasaran”. (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Ketahanan energi nasional perlu diukur tidak hanya dari ketersediaan stok, tetapi juga dari kemampuan sistem distribusi menjangkau masyarakat secara merata.

Begitu dikatakan Hendry, Koordinator Muda Peduli Energi dalam diskusi yang digelar Penggerak Milenial Indonesia bertajuk “Strategi Menjaga Ketahanan Energi Nasional; Tanggung Jawab Bersama dalam Mengawal Penyaluran BBM Tepat Sasaran”.

“Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan distribusi BBM dapat menjangkau masyarakat, termasuk di daerah yang memiliki tantangan geografis. Karena itu, setiap kendala distribusi perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk terus meningkatkan keandalan layanan energi,” ujar Hendry dikutip Kamis 29 Oktober 2026.

Menurutnya, dinamika ketersediaan BBM di sejumlah daerah perlu ditangani melalui identifikasi penyebab yang akurat, mulai dari kondisi logistik, perubahan permintaan, kesiapan infrastruktur, hingga efektivitas pengawasan penyaluran. 

Katanya, pendekatan berbasis data diperlukan agar langkah penanganan tidak hanya bersifat responsif ketika kendala muncul, tetapi juga mampu mencegah gangguan serupa pada masa mendatang.

Hendry menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi. 

“Ketahanan energi merupakan kepentingan bersama. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan dapat ditangani secara lebih efektif sehingga masyarakat tetap memperoleh akses energi yang dibutuhkan,” tuturnya.

Sementara itu, Saeful, Pemerhati Kebijakan Energi, menyoroti pentingnya pembagian peran dan koordinasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan penjamin tata kelola energi dengan Pertamina sebagai badan usaha yang menjalankan kegiatan operasional distribusi BBM sesuai penugasan dan ketentuan yang berlaku.

Ia menilai, pengawasan terhadap pelaksanaan distribusi BBM perlu dilakukan secara konstruktif dengan mempertimbangkan kondisi di setiap wilayah. Dengan demikian, berbagai kendala yang muncul dapat ditangani berdasarkan fakta dan evaluasi lapangan, sekaligus menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan energi.

Saeful juga mengingatkan pentingnya literasi informasi di tengah masyarakat ketika muncul kabar mengenai kelangkaan BBM. 

Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kekhawatiran berlebihan dan pembelian secara tidak wajar, yang berpotensi menambah tekanan terhadap permintaan di tingkat konsumen.

“Kita perlu mengedepankan informasi yang akurat dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Dengan begitu, masyarakat dapat bersikap lebih tenang, sementara pihak terkait memiliki ruang untuk menangani persoalan distribusi berdasarkan kondisi dan data yang sebenarnya,” pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA