CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, mandat DSI adalah memperkuat visibilitas dalam ekosistem komoditas strategis Indonesia serta meningkatkan pemahaman atas transaksi ekspor, dinamika pasar, hingga potensi optimalisasi nilai bagi perekonomian nasional.
“Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sumber daya saja tidak cukup,” kata Rosan dalam keterangannya, Senin 24 Agustus 2026.
Direktur Utama DSI Luke Thomas Mahony mengatakan, fokus DSI saat ini adalah membangun sistem dan kapabilitas untuk mengimplementasikan mandatnya secara kredibel, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami akan terus mengukuhkan kapabilitas pemantauan, verifikasi, dan operasional guna mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sekaligus menjaga kepastian berusaha dan keberlanjutan ekspor,” kata Luke.
Luke mengatakan, tujuan akhir DSI adalah memastikan nilai ekonomi dari sumber daya alam strategis Indonesia dapat dicatat dan dioptimalkan dengan lebih baik bagi kepentingan perekonomian nasional dan masyarakat Indonesia.
Bersamaan dengan dimulainya operasional tersebut, Luke juga mengumumkan jajaran Direksi dan Komisaris DSI. Sejumlah nama terkenal masuk dalam jajaran tersebut, antara lain Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas hingga Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus mantan petinggi Bank Dunia Mari Elka Pangestu.
Berikut susunan lengkap pengurus PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI):
Dewan KomisarisPresiden Komisaris: M. Syaifurrahman Noer
Komisaris: Harold Tjiptadjaja
Komisaris: Tony Wenas
Komisaris: Mari Elka Pangestu
Dewan DireksiDirektur Utama: Luke Thomas Mahony
Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely.
BERITA TERKAIT: