STOXX 50 dan STOXX 600 mencetak rekor baru. Euro STOXX 50 naik 0,3 persen menjadi 6.540, sedangkan STOXX Europe 600 bertambah tipis ke level 661.
Saham TotalEnergies dan Eni masing-masing menguat 2 persen dan 1,5 persen, seiring kenaikan harga minyak dan gas di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz. Di sektor teknologi, SAP, ASML, dan Infineon naik sekitar 1 persen. Allianz dan Deutsche Bank juga menguat lebih dari 1 persen.
Di Jerman, DAX 40 nyaris stagnan di 26.320. QIAGEN menjadi salah satu penguat utama dengan kenaikan 5,1 persen, disusul Infineon 2,3 persen dan Siemens Energy 1,5 persen. Sebaliknya, Deutsche Telekom turun 3,2 persen, sementara Beiersdorf dan Brenntag masing-masing melemah 2,2 persen.
Di Inggris, FTSE 100 turun akibat tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Imperial Brands anjlok lebih dari 5 persen dan British American Tobacco turun lebih dari 4 persen. HSBC, Unilever, dan GSK juga melemah. Sebaliknya, Shell dan BP masing-masing naik 0,7 persen dan 1,5 persen, sedangkan saham tambang Fresnillo dan Glencore menguat 3,3 persen dan 2,2 persen.
FTSE MIB Italia ditutup hampir datar di 53.656. Stellantis naik 1,9 persen, sementara Eni dan Saipem masing-masing menguat 1,5 persen dan 1,4 persen. Di sisi lain, saham utilitas tertekan, dengan Terna turun 1,7 persen, Italgas 1,3 persen, dan Snam 1,2 persen.
CAC 40 Prancis naik 0,1 persen menjadi 8.726. TotalEnergies menguat 2 persen, sementara saham pertahanan Safran, Airbus, dan Thales masing-masing naik 1,6 persen, 0,5 persen, dan 1 persen. Sebaliknya, STMicroelectronics turun 0,9 persen dan Schneider Electric melemah 0,5 persen.
Pergerakan pasar Eropa masih dibayangi ketidakpastian pasokan energi akibat belum jelasnya pembukaan Selat Hormuz, yang berpotensi memengaruhi inflasi dan prospek suku bunga.
BERITA TERKAIT: