Salah satu yang paling disorot adalah perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu PT Chandra Asri Pacific (TPIA). Emiten ini membagikan dividen tunai sebesar Rp6,07341 per lembar saham dengan dividend yield sekitar 0,3 persen.
Langkah ini disusul oleh PT Gunung Raja Paksi (GGRP) yang menawarkan dividen sebesar Rp28 per saham dengan yield menyentuh angka 8,5 persen.
Selain dua perusahaan tersebut, ada beberapa emiten lain yang juga memasuki masa cum date dividen pada hari yang sama. Di antaranya adalah PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) yang mengucurkan dividen sebesar Rp103,3 per saham dengan yield mencapai 6,3 persen, serta PT Nusatama Berkah (NTBK) dengan dividen Rp0,0524 per saham, PT WIKA Beton (WTON) sebesar Rp0,46 per saham, PT Ecocare Indo Pasifik (HYGN) senilai Rp3 per saham, dan PT Wintermar Offshore Marine (WINS) sebesar Rp2 per lembar saham.
Sentimen positif tidak hanya datang dari pembagian keuntungan perusahaan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga membuka perdagangan Senin pagi di zona hijau.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak naik 25,61 poin atau menguat 0,42 persen ke level 6.187.
Aktivitas di lantai bursa terpantau cukup ramai. Volume transaksi di awal pekan ini sudah mencapai 1,66 miliar lembar saham, dengan total nilai perdagangan menyentuh angka Rp796 billion yang tersebar dalam 99.546 kali frekuensi transaksi.
BERITA TERKAIT: