Pada awal hari, saham Circle dibuka di harga 69 Dolar AS per lembar. Ini membuat nilai perusahaan tersebut mencapai hampir 18 miliar Dolar AS (sekitar Rp290 triliun) jika dihitung secara keseluruhan.
Dikutip dari Reuters, harga saham Circle sempat naik sampai 103,75 Dolar AS. Perdagangan sempat beberapa kali dihentikan karena lonjakan harga yang terlalu cepat. Saham Circle akhirnya ditutup di harga 83,23 Dolar AS, atau naik sekitar 168 persen dibanding harga awal penawaran saham perdana (IPO).
Kesuksesan ini bisa membuka jalan bagi perusahaan kripto lainnya untuk ikut melantai di bursa. Saat ini, minat terhadap aset digital kembali meningkat, didorong oleh naiknya harga mata uang kripto dan regulasi yang makin jelas di beberapa negara.
“Semakin banyak perusahaan kripto yang go public (melantai di bursa), maka makin terbuka jalan bagi yang lain,” kata Matt Kennedy, pakar IPO dari perusahaan riset Renaissance Capital.
Circle bersama sejumlah investor lama berhasil mengumpulkan dana sebesar 1,05 miliar Dolar AS (sekitar Rp17 triliun) dari IPO ini. Mereka menjual sekitar 34 juta lembar saham di harga 31 Dolar AS per saham - lebih tinggi dari kisaran harga yang sebelumnya diperkirakan, yaitu 27–28 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: