"Kuncinya adalah
digital port," terang General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo kepada
Kantor Berita RMOL Lampung, Jumat (17/4).
Memang, ICP Panjang telah menjadi pelabuhan berbasis digital sejak tahun lalu. IPC Panjang menerapkan berbagai aplikasi digital dalam sistem pelayanan kepada para mitra pelabuhan. Sistem tersebut terbukti mumpuni di tengah situasi pandemi saat ini.
Di tengah pembatasan-pembatasan untuk mencegah penyebaran Covid-19, aktivitas pelabuhan di IPC Panjang tidak begitu terpengaruh. Pelabuhan Panjang tetap mampu mencatatkan kenaikan lalu lintas kapal dalam triwulan I 2020. Kunjungan kapal naik 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan total muatan hampir dua juta ton.
"Silahkan para mitra kami
stay at home dan
work from home, pelayan Pelabuhan Panjang terus berjalan 24 jam selama tujuh hari dalam sepekan," ujar Drajat Sulistyo.
Diterangkan Drajat, sejak akhir 2018, IPC Panjang telah memanfaatkan aplikasi Tempat Penimbunan Sementara berbasis online (TPS Online) di Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang.
TPS Online merupakan solusi digital untuk melakukan Pertukaran Data Elektronik (PDE) kontainer antara sistem IPC di Terminal Peti Kemas dengan sistem Bea Cukai di pelabuhan.
Pada 20 Desember 2019, IPC Panjang juga meluncurkan aplikasi
Marine Operating System (MOS). Pada bulan yang sama, IPC Panjang juga telah meluncurkan sistem pembayaran dengan
virtual account dan
e-invoice. Dengan sistem ini, pengguna jasa tak perlu berhadapan langsung.
MOS merupakan salah satu program digitalisasi yang diiplementasikan untuk memudahkan proses perencanaan, pencatatan, dan pelaporan dan informasi pelayanan kapal untuk pengguna jasa. "Caranya dengan mengintegrasikan secara otomatis semua unsur dalam pelayanan, pemanduan dan penundaan di Pelabuhan Panjang," ujar dia.
Dengan MOS, pelanggan mendapatkan informasi pandu/kapal tunda. Pelanggan juga bisa berkomunikasi langsung dengan
planner untuk penetapan pelayanan serta masih adanya potensi koreksi nota pelayanan.
"Dengan aplikasi MOS ini pelanggan mendapatkan kepastian waktu pelayanan., koreksi nota dapat diminimalisir, pelayanan secara otomatis berjalan secara online. Semua data itu terlacak dan dapat dimonitor melalui
dashboard pelayanan," terang dia.
Lebih jauh Drajat mengatakan, penerapan sistem digital di IPC Panjang dalam upaya mewujudkan visi menjadi pelabuhan berkelas dunia.
"Kami menyediakan layanan yang memudahan pelanggan dalam mengirimkan barang–barang dari Provinsi Lampung," katanya.
Drajat berharap Pelabuhan Panjang akan semakin maju ke depan. Dengan demikian, Lampung juga akan makin maju dan terdepan di Pulau Sumatera.
Ia menambahkan, IPC Panjang akan terus melakukan modernisasi dan digitalisasi pada semua lini pelayanan untuk memenuhi ekspektasi pengguna jasa.
"IPC Panjang terus mendorong semua pelayanan berbasis IT," tandas dia.