"Saya akan menjelaskan sedikit tentang Indonesia, untuk ekonomi kita mengalami banyak perubahan, dalam kepimpinan Pak Presiden Joko Widodo dari 4,7 persen meningkat hingga 5,1-5,2 persen," kata Luhut, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (11/12) malam.
Dikatakan Luhut, pertumbuhan ekonomi tak lepas dari perhatian penting, seperti blue carbon, dimana Indonesia merupakan penyebaran seperempat bakau (mangrove) di dunia.
"Saya akan beritahu tentang blue carbon ecosystem di Indonesia, saya pikir ini sangat berguna bagi kita semua untuk mengerti akan hal ini," ujarnya.
Indonesia, kata Luhut, dapat dikatakan sangat berkontribusi pada blue carbon, walalupun 15 persen bakau di Indonesia sudah rusak.
"Sekarang kita harus gencar-gencarnya tentang program penanaman kembali untuk mangrove," kata dia.
Luhut menekankan bahwa pemerintah selalu membahas apa yang harus dilakukan, tidak hanya "omong doang".
"Coba lihat mangrove, kami telah berkerja keras menyelesaikan permasalahan ini, memang mengubah beberapa bagian ini tidak mudah, tapi setidaknya kita akan membuat orang-orang lebih mengerti akan pentingnya hal ini," tegasnya.
Hasil perlindungan Mangrove sudah terlihat hasilnya, yakni saat Tsunami di Palu 2 bulan lalu, di mana ada area yang terlindungi lantaran tsunami tertutup bakau.
"Jadi, ini akan membuat masyarakat lain mengerti, bahwa mangrove menyelamatkan daratan," tukasnya.
[lov]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: