Industri Pengendali Hama Kudu Melek Teknologi...

Cegah Penyebaran Penyakit Menular

Sabtu, 10 Juni 2017, 09:10 WIB
Industri Pengendali Hama Kudu Melek Teknologi...
Foto/Net
rmol news logo Para pelaku usaha pengenda­lian hama Indonesia diharap­kan mengikuti perkembangan teknologi terkini. Hal ini untuk menekan penyebaran hama pemukiman yang bisa menim­bulkan penyakit menular.

Ketua Umum Asosiasi Pen­gendalian Hama Indonesia (AS­PPHAMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan, peluncuran World Pest Day atau Hari Hama Sedun­ia merupakan momentum untuk menekan permasalahan penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit di Indonesia. Saat ini, permasalahan penyakit menular yang disebabkan oleh vektor penyakit di Indonesia masih sangat tinggi, baik itu yang disebabkan oleh nyamuk, lalat, tikus, dan kecoa.

"Asosiasi perusahaan pengen­dalian hama seluruh dunia ber­sepakat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak hama permukiman untuk mence­gah krisis kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh hama," kata Boyke di Jakarta, kemarin.

Salah satu masalah pencega­han dan pemberantasan penyakit menular yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat adalah penyakit Demam Berd­arah Dengue (DBD) yang sam­pai dengan saat ini masih terjadi. "Faktor penyakit di Indonesia masih tinggi, tentunya asosiasi akan terus berbenah diri untuk mempersiapkan anggota kita, para pelaku usaha pengendalian hama di seluruh Indonesia agar mengikuti perkembangan ino­vasi teknologi," ungkap Boyke.

Menurut dia, tahun ini akan menggelar Pest Academy 2017. Kegiatan itu merupakan konfe­rensi dan pameran internasional pengendalian hama yang akan digelar di Balai Kartini, Jakarta, 18-20 Oktober 2017. Menu­rut Boyke, semua pemangku kepentingan dalam industri pengendalian hama di Indonesia akan berkumpul.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ke­menterian Kesehatan, Muhamad Subuh menilai, perkembangan industri pengendalian hama di Indonesia saat ini sudah cukup baik. Menurut dia, para pelaku usaha pengendalian hama di Indonesia sudah menjalankan konsep metode pengendalian hama terkini yang disebut den­gan Integrated Pest Management (IPM).

"Sebagian besar pelaku in­dustri pengendalian hama su­dah menerapkan IPM yang mengedepankan pengendalian hama secara terpadu dengan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir," ujarnya.

Tak hanya itu, menurutnya, sumber daya manusia yang terli­bat dalam industri pengendalian hama di Indonesia sudah cukup kompeten dan menggunakan peralatan yang ramah lingkun­gan. Pemerintah, kata dia, me­nyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pest Academy untuk pengendalian vektor penyakit di Indonesia dengan penggunaan teknologi-teknologi mutakhir.

"Ini merupakan wadah untuk memperluas pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam industri pengendalian hama yang lebih aman. Ini adalah kesempatan besar untuk sal­ing berbagi inovasi teknologi diantara negara-negara serta para pelaku industri pengenda­lian hama," pungkas Muhamad Subuh. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA