Dalam kunjungan ini, Enggar menemukan gula yang dijual diatas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 12.500 per kilo gram (kg). "Berapa harga gula di sini?" tanya Enggar keÂpada pedagang.
Pedagang itu dengan polos mengaku menjual gula pasir curah Rp 13.000 per kg dan gula kemasan Rp 15.000 per kg. Karena, dia mengambil dari produsen Rp 13.500 sampai Rp 14.000 per kg.
Mendengar jawaban itu, Enggar kaget. Namun dia mengaku menÂtolelir pedagang tersebut kendati tidak menjual gula sesuai HET. Karena, baginya, yang salah adalah pemasoknya. "Nanti saya kasih peringatan ke produsenÂnya, hidup di republik ini harus berkeadilan," cetusnya.
Dia menegaskan, ada sanksi yang bisa diberikan terhadap produsen yang melanggar kesepakatan harga.
Dari kunjungan ini yang sedikit membuat Enggar lega, dia menemukan harga jual minyak goreng Rp 11.500 per kg dan daging beku Rp 80.000 per kg. Harga itu sesuai masih sesuai HET.
Enggar menilai, secara umum harga kebutuhan pokok di pasar grosir modern lebih murah ketimbang pasar tradisional. Hal ini terjadi karena pasar modern memiliki akses dan harga perolehan yang lebih baik.
Dia berharap, pasar modern dan pasar tradisional bisa saling bersinergi dalam pengadaan baÂrang. Sehingga, warung-warung di pasar tradisional tetap daÂpat bersaing dengan pasar ritel seperti Indomaret.
"Indogrosir melayani harga yang sama dengan Indomaret (mini market). Jadi pada dasarnya dia diberikan akses pasar yang sama untuk kemuÂdian dia jual. Tinggal menenÂtukan berapa marginnya, kalau mau laku maka margin sama tinggal menetukan harusnya sama dengan yang dijual IndoÂmaret," terangnya.
Disebutkan Enggar, saat ini Indogrosir telah bermitra dengan 10 ribu warung di pasar tradisional dan diharapkannya bisa terus bertambah.
Da menilai, untuk bisa terus berkembang, warung tradisional membutuhkan suntikan modal. Dia berharap perbankan berkenan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR). MenurutÂnya, warung tradisional pantas mendapatkan bantuan modal karena perputaran uang pada usaha semacam ini berjalan cepat sehingga da yakin banÂtuan permodalan bisa berkemÂbang. ***
BERITA TERKAIT: