Terminal anyar tersebut bakal dibangun di kawasan karÂgo dengan luas sekitar 300.000 meter persegi, sedikit lebih kecil dari terminal 3 yang mencapai 400.000 meter persegi.
Direktur Utama AP II MuhamÂmad Awaluddin mengatakan, rencana pembangunan Terminal 4 Bandara Soetta saat ini masih dalam tahap kajian. Baru pada Tahun 2018, rencana pembanÂgunan masuk ke tahap
detail engineering design (DED).
"Saat ini baru kajian sehingga belum tahu berapa investasinya. Setelah DED rampung, baru di akhir 2018 kita masuk tahap konstruksi, nantinya pembanÂgunan juga akan dilelang ke kontraktor, seperti Terminal 3," kata Awaluddin di Jakarta.
Dilanjutkannya, Terminal 4 nantinya menempati lokasi Soewarna yang sebelumnya merupakan terminal kargo yang akan digantikan fungsinya. KaÂwasan tersebut memiliki luas sekitar 300.000 meter persegi, sedikit lebih kecil dari terminal 3 yang mencapai 400.000 meter persegi.
Awaluddin menyebut, dengan adanya Terminal 4, kapasitas penumpang di Bandara InterÂnasional Soekarno Hatta bisa mencapai 100 juta penumpang per tahun dari saat ini di kisaran 60 juta penumpang per tahun.
"Dalam lima tahun ke depan pengunjung Bandara Soetta akan menembus angka 100 juta penumpang, tahun ini aja udah 60 juta. Jadi kita sangat butuh penambahan terminal untuk mengakomodasi peningkatan ini," tegas Awaluddin.
Dilanjutkannya, Angkasa Pura II menargetkan terminal baru di lima bandara yang dikelola perseroan dapat beroperasi pada 2017 guna mendukung pengemÂbangan pariwisata nasional dan ekspansi bisnis perseroan.
"Lima bandara itu adalah HuÂsein Sastranegara di Bandung, Depati Amir di Pangkalpinang, Silangit di Tapanuli Utara, SuÂpadio di Pontianak, dan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng," ujar Awaluddin.
Sebelumnya, Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko MurÂjatmodjo mengatakan, saat ini Terminal 3 Bandara Soetta sudah mampu menampung 25 juta penÂumpang. Jumlah tersebut terbagi dua yaitu sebanyak 12,5 juta penumpang domestik dan 12,5 juta penumpang internasional.
"Jumlah 25 juta penumpang itu karena kita melayaninya denÂgan level of service B, sementara bandara-bandara di dunia umÂumnya
level of services C. Nah Terminal 3 kalau diturunkan ke C bisa menampung 30 juta penÂumpang," kata Djoko.
Terlambat Langkah pengelola bandara pelat merah menambah terminal 4 dinilai sangat terlambat. PasalÂnya, saat ini jumlah penumpang pesawat udara di Indonesia tumbuh belasan persen setiap tahun.
Pengamat penerbangan Alvin Lie menilai, penambahan terminal yang akan dilakukan AP II pada tahun depan sangat terlambat dalam mengakomodasi peningÂkatan penumpang. Bahkan pemÂbangunan Terminal 3 yang saat ini belum beroperasi penuh 100 persen dinilai juga terlambat.
"Dengan hadirnya Terminal 3, kapasitas Bandara Soetta saat ini mampu melayani 60 juta penumpang per tahun. Padahal jumlah penumpang yang beÂrangkat dari dan tiba di Bandara Soetta saat ini sudah 60 juta. Artinya, kalau ada peningkatan lagi dalam beberapa bulan ke depan, sudah tidak tertampung atau overload," kata Alvin keÂpada
Rakyat Merdeka. Hal ini, kata dia, menyebabkan panjangnya antrean penumpang dan pesawat untuk tinggal lanÂdas maupun mendarat. Selain itu, antrean tersebut membuat penggunaan bahan bakar pesaÂwat menjadi tidak efisien dan menyebabkan polusi udara.
"Terminal 4 harus segera dibangun, AP II juga harus melakukan perluasan Terminal 1 dan 2 agar tidak overload daÂlam waktu dekat. Peningkatan kapasitas juga perlu dilakukan pada sisi layanan navigasi penÂerbangan. Penambahan alokasi frekuensi radio, petugas ATC serta modernisasi infrastrukÂtur navigasi seperti Radar dan sistem pemantauan dan forcast cuaca," tegas Alvin. ***
BERITA TERKAIT: