Luhut mengatakan itu kepada lebih dari 1.000 para pelaku usaha pelabuhan, maritim, dan logistik yang berasal dari 50 negara pada minggu lalu di bali.
"saya akan membukakan karpet merah kepada siapapun yang ingin berinvestasi di Indonesia,†jelas Luhut dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa (16/5).
"Saat ini beberapa BUMN pelabuhan di Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan di asia dan eropa untuk pengelolaan pelabuhan,†lanjutnya.
Luhut menjelaskan, terbukanya peluang investasi di Indonesia karena semakin kuatnya konekvititas antar pelabuhan di Indonesia.
Dia menyebutkan dengan program Tol laut, lalu lintas logistik antar pulau menjadi lebih mudah dan terjangkau. Hal tersebut membuat harga bahan pokok mampu menurun di daerah-daerah terpencil.
"Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keterjangkauan harga bahan-bahan pokok di pulau-pulau terpencil (terjauh) yang telah dimulai sejak tahun lalu. Upaya tersebut mampu menurunkan harga barang lebih dari 20 persen,†lanjutnya.
Penurunan tersebut, diakuinya karena semakin terhubungnya pulau dan pelabuhan dengan program Toll Laut. Luhut optimis bahwa angka penurunan harga tersebut dapat terus ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kapasitas pengiriman dan bertambahnya rute.
“Menurunnya harga barang akan menggairahkan pertumbuhan ekonomi di daerah, (menurunnya harga) akan memicu berbagai kegiatan ekonomi dan investasi baru,†imbuhnya.
Luhut mengapreasiasi kinerja BUMN terutam di sektor pelabuhan yang telah mampu membuka peluang ekonomi baru di daerah dengan meningkatkan rute dan layanan bagi pengiriman barang dengan lebih efektif dan efisien. Dia juga menjelaskan pemerintah terus memiliki komitmen terhadap membangun infrastruktur karena pelabuhan merupakan kunci untuk pengembangan ekonomi dunia dan mengembangkan ekonomi di Indonesia.
"Pelabuhan adalah kunci pengembangan ekonomi. Saat ini Indonesia sedang mengembangkan 5 Pelabuhan pesar dan lebih dari 100 pelabuhan kecil,†lanjutnya.
Pelabuhan besar menurutnya akan berfungsi sebagai hub. Sedangkan pelabuhan kecil akan menjadi pendukung hub. Sehingga barang-barang dari dan ke luar negeri dapat diambil dari pelabuhan kecil dan dikirimkan atau diterima dari luar negeri melalui pelabuhan besar sebagai hub.
"Kerjasama dan kolaborasi antar pengelola pelabuhan merupakan kunci untuk mengundang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,†tutupnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: