Tambahan fasilitas ini sekaÂligus mengantisipasi padatnya area parkir inap di Bandara Soetta akibat lonjakan penumpang yang hendak mudik Lebaran tahun ini.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludin mengatakan, parkir inap untuk kendaraan roda empat tersebut berada di sisi barat Bandara Soetta dan lokasinya dekat area perkantoran. Selain itu, jaraknya juga dekat dengan Stasiun KereÂta Bandara dan Skytrain.
"Kapasitas di area parkir inap barat yang baru dibangun ini berkisar 400 kendaraan. SebelumÂnya sudah ada parkir di area timur dengan kapasitas 1.000 kendaraan. Kami menyiapkan ini sekitar satu bulan. Lonjakan penumpang diprediksi semakin tinggi pada bulan Ramadan," kata Awaluddin di Tangerang kemarin.
Dilanjutkannya, penambaÂhan slot parkir inap di Bandara Soetta sudah sangat mendesak dilaksanakan. Pasalnya lahan parkir inap sebelah timur BanÂdara itu sudah penuh dan kerap tidak mampu menampung kenÂdaraan yang ingin bermalam di Bandara Soetta.
Secara keseluruhan baik TerÂminal 1, 2 dan 3 hanya tersedia 15.000 lahan parkir untuk roda empat. Padahal, kata Awaludin, seÂtiap harinya terdapat penumpang sekitar 130 ribu sampai 150 ribu.
"Wajar kalau masih ada keluhan soal tempat parkir, kami menyaÂdari penumpang yang datang setÂiap hari 130-150 ribu," jelasnya.
Karenanya, pihaknya sedang mengkampanyekan agar para pengunjung di bandara itu daÂpat tertarik menggunakan Taksi, Damri, serta nanti Kereta BanÂdara dan Kereta Tanpa Awak.
Awaluddin menambahkan, keÂunggulan parkir anyar Bandara Soetta ini adalah bisa dipesan seÂcara online. "Untuk parkir inap yang baru ini kami kembangÂkan secara online, bisa dipesan melalui aplikasi," tambah bekas Direktur PTTelkom tersebut.
Dengan sistem online ini, kata Awaluddin, pengunjung Bandara Soetta bisa memesan terlebih dahulu tempat parkir sebelum beÂrangkat menuju bandara. PengunÂjung juga bisa mengetahui apakah masih ada slot kosong atau tidak saat mereka ingin bepergian menggunakan pesawat, semenÂtara memarkirkan kendaraannya di Bandara Soetta.
"Dengan penyediaan parkir sistem online ini kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengguna jasa banÂdara. Karena pengunjung butuh kepastian parkir saat mereka ingin bepergian dengan pesawat, khususnya yang jadwal penerÂbangannya singkat, sehari atau dua hari," katanya.
Awaluddin merinci, sebelum datang ke bandara, pemilik kendÂaraan bisa memesan tempat parkir melalui aplikasi yang bisa diunÂduh di Google Play. Parkir inap ini dilengkapi dengan fasilitas minimarket, musala, dan toilet.
Dijelaskannya, pembangunan lokasi parkir tersebut terlaksana berkat kerja sama anak perusaÂhaan AP II yakni PT Propertindo dan Angkasa Pura Solusi.
Direktur Utama Angkasa Pura Property Wisnu Raharjo menyaÂtakan, tidak ada perubahan tarif parkir inap di lokasi baru itu dengan lokasi parkir inap yang ada di Bandara Soetta saat ini.
"Luasnya sekitar 1 hektare, nanti akan kita kembangkan lagi. Tarifnya sama dengan di Timur, Per empat jam pertama 20 ribu. Setiap jam berikutnya 5.000," tuntasnya.
Perbanyak Bus DamriPengamat transportasi Azas Tigor Nainggolan mengatakan, penyediaan lahan parkir inap di Bandara Soetta sudah seharusnya diakomodir AP IIuntuk meningÂkatkan kenyamanan pengunjung bandara. Namun hal tersebut diÂakuinya belum menjadi solusi terÂbaik untuk mengatasi kepadatan kendaraan di lingkungan Bandara Soetta yang terjadi saat ini.
"Jelang libur long weekend misalnya, mau masuk bandara dan menuju terminal keberangÂkatan saja butuh waktu setengah jam. Ini harus diantisipasi AP II, artinya bukan cuma sediakan parkir inap, tapi harus perbanyak moda transportasi umum yang daya angkutnya lebih banyak menuju Soetta," kata Azas keÂpada
Rakyat Merdeka.Selain itu, AP II juga bisa melakukan kerja sama dengan operator bus swasta agar menÂgakomodasi perjalanan dari dan ke Bandara Soetta yang saat ini masih di dominasi Perum Damri.
"Kalau hanya andalkan Damri ya sulit. Jumlah penumpang makin banyak, tapi armada DamÂri-nya sedikit, akhirnya penumpÂang pilih bawa kendaraan pribadi yang akhirnya bikin macet. Bisa saja AP II gandeng operator swasta, sekarang memang sudah ada, tapi masih belum banyak," ujar Azas. ***
BERITA TERKAIT: