Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Dony Ismi Saputra mengaku, siap kapan pun regulasi itu diberlakukan. Pasalnya, selama ini perusahaannya sudah memÂproduksi kendaraan berstandar Euro 4 untuk diekspor ke berÂbagai negara.
"Kita mendukungnya. Karena dengan kebijakan menaikkan emisi akan bisa meningkatkan ekspor mobil," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut dia, dengan keluÂarnya kebijakan standar Euro 4 merupakan kemajuan bagi industri otomotif. Selama ini, Suzuki telah ekspor mobil ke banyak negara yang menggunaÂkan standar emisi di atas IndoneÂsia, antara lain ke Amerika Latin, dan Timur Tengah.
Meski mendukung, dia berÂharap, pemerintah membangun infrastruktur pendukungnya. Jangan sampai produsen sudah diwajibkan berstandar Euro 4 tapi pengisian bahan bakar unÂtuk standar emisi tersebut justru susah ditemukan.
"Penting juga nih kalau kita bicara emisi itu bukan hanya spesifikasi produk dari produsen mobil saja, tapi spesifikasi bahan bakar harus itu," terangnya.
Hal senada dikatakan MarketÂing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra. Menurutnya, peningkatan emisi merupakan bukti kemajuan inÂdustri otomotif. Apalagi, semua produsen mobil standar emisÂinya sudah Euro 4.
"Kita siap, bagi kami itu wajar dan biasa saja. Kita sudah memÂbuat produk untuk ekspor dengan standar Euro 5 jadi tidak ada masalah untuk Euro 4," katanya.
Meski demikian, dia memÂprediksi, kebijakan itu akan membuat harga jual ikut naik. Amelia mengungkapkan, Daihatsu akan menaikkan harga mobilnya karena untuk proses penerapan Euro 4 akan ada beberapa perubahan. "Ada tamÂbahan biaya yang dikenakan ke konsumen," katanya.
Meski tak menyebut persentase harga, dia yakin, kenaikan juga dilakukan produsen lain. Sebab, jika tidak dinaikkan maka peruÂsahaan akan menanggung beban biaya yang akan menyedot keunÂtungan perusahaan.
Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) F. Soerjopranoto mengatakan, kendala dalam penerapan kebiÂjakan ini terletak pada persiapan produksi dan sosialisasi. "Toyota siap dengan teknologinya, karena di beberapa negara yang lain kami sudah ada, jadi rasanya kami bisa mengadaptasinya," katanya.
Selain itu tidak kalah penting adalah kesiapan dari pemerinÂtah dalam menyediakan bahan bakarnya. Berbagai SPBU tentu mesti menyiapkannya mengingat pengguna mobil Toyota tersebar ke seluruh provinsi.
"Tinggal bagaimana persiapan persediaan bahan bakar di seluÂruh pelosok indonesia, karena kalau diambil contoh, Toyota kendaraan nya sampai dibawa masuk ke desa juga hutan seÂhingga kesiapan persediaan bahan bakar nya tentu menjadi penting," tutur dia.
Ditanya perlu atau tidaknya investasi untuk mesin Euro 4, kata dia, hal itu dikembaliÂkan pada kesiapan pemerintah. Menurut dia, produsen akan dengan sendirinya menggelonÂtorkan investasi jika memang programnya sudah berjalan.
Butuh Waktu General Manager Head Of Datsun Indonesia Indriani HadiÂwidjaja berharap, pemerintah memberikan waktu penyesuaÂian. "Kita juga ingin sampaikan kalau Datsun dan Nissan juga memiliki teknologi Euro 4, naÂmun sekarang ini produksinya masih Euro 2," jelasnya.
Jika ada perubahan tentang standar emisi, mau tidak mau mobil jenis low cost green car (LCGC) akan mengikutinya. KarÂena itu, dia meminta, waktu untuk mempersiapkan produksinya.
Menurut dia, selama ini DatÂsun hanya fokus dengan pasar di Indonesia dengan standar nasional yakni Euro 2. "Intinya kita sih nurut saja dengan aturan pemerintah," ucap dia.
Selain itu Indriani berharap, perubahan aturan disertai denÂgan pemberian insentif kepada perusahaan otomotif. "Bisa berÂbentuk keringanan pajak atau memberikan kemudahan ekÂspor," imbuh Indriani.
Untuk diketahui, pemerintah baru saja mengeluarkan aturan tentang penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro 4. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penerapan Bahan Bakar Standar Euro 4. Dalam aturan itu, pemerintah mewajibkan industri kendaraan bermotor dan penyedia bahan bakar untuk meÂnaikkan standar mereka menjadi Euro 4. ***
BERITA TERKAIT: