Menko Darmin Optimistis Kuartal I Pertumbuhan Ekonomi Capai 5 Persen

Ada Kenaikan Listrik & Waktu Panen Mundur

Senin, 13 Maret 2017, 09:46 WIB
Menko Darmin Optimistis Kuartal I Pertumbuhan Ekonomi Capai 5 Persen
Darmin Nasution/Net
rmol news logo Menteri Koordinator (Men­ko) Perekonomian, Darmin Nasution, optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini bisa mencapai 5 persen. Capaian itu lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,9 persen.

Darmin mengaku, dirinya belum melihat data terbaru dari pergerakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017. Namun, dia melihat, perekonomian pada awal tahun ini berjalan lebih baik ketimbang periode yang sama tahun 2016

"Saya kok melihat kuartal pertama itu (pertumbuhan) tidak jelek. Masih akan lebih baik dari kuartal pertama tahun lalu," kata Darmin di Jakarta, Jumat (10/03).

Hal tersebut, lanjut Darmin, bisa dilihat dari pergerakan ekspor pada awal tahun ini yang menunjukkan peningkatan. Selain itu, masa panen berjalan normal. Tahun lalu, panen mun­dur ke kuartal II.

Menurutnya, awal tahun ini ada sedikit persoalan pada sisi belanja. Dia melihat, anggaran pemerintah cenderung belum terbelanjakan signifikan. Namun demikian,belanja pemerintah tersebut akan tetap menjadi bagian faktor penting pendorong pertumbuhan.

"Pertumbuhan ekonomi kuar­tal pertama akan banyak di­topang konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah, investasi, dan ekspor. Kalau semua itu digabung, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama nggak jelek," cetusnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan memiliki proyeksi berbeda. Menurutnya, masa panen tahun ini tidak berbeda dengan tahun lalu.

"Seingat saya, musim hujan datang lebih lambat dibanding­kan tahun-tahun sebelumnya," kata Sugiyono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia mengamini konsumsi masyarakat tetap menjadi mo­tor pertumbuhan ekonomi. Tapi, pertanyaannya apakah kontribus­inya sekuat sebelum-belumnya. Karena, ada kenaikan adminis­tered price (kenaikan tarif listrik dan STNK). Sugiyono juga tidak yakin belanja pemerintah akan mampu mengimbangi penu­runan konsumsi rumah tangga. Karena, belanja pemerintah juga masih rendah.

Selain itu, lanjutnya, pada kuartal pertama ini terjadi ke­naikan harga pangan, dampak dari menurunya produksi per­tanian akibat tingginya curah hujan.

"Kenaikan memang tidak secara mempengaruhi pertum­buhan. Tapi harus dilihat juga ada fakta daya beli menurun jika melihat rendahnya laju inflasi," terangnya.

Sugiyono memproyeksi per­tumbuhan ekonomi kuartal I-2017 tidak jauhberbeda dengan periode yang sama tahun lalu, sekitar 4,9 persen. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA