Pelindo II Buka Peluang Kerja Sama Proyek New Priok Terminal

Gelar Event Maritim Dunia

Kamis, 23 Februari 2017, 09:07 WIB
Pelindo II Buka Peluang Kerja Sama Proyek New Priok Terminal
Foto/Net
rmol news logo PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo II) bakal memanfaatkan The 30th International Asso­ciations of Ports & Harbors Worlds Conference 2017 untuk menjalin networking dan peluang kerja sama dengan pe­bisnis sektor maritim dunia.

Event berskala dunia ini akan diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center pada 7-12 Mei 2017 dengan tema "Enabling Trade, Ener­gizing the worlds".

Tema konferensi ini mencakup greenfiels port projects, special economic zone, konektivitas interland, multi­modal logistic, sustainability hingga Indonesia maritime transportation.

Nantinya, konferensi ke-30 ini akan diisi dengan technical meeting dan board reception yang merupakan agenda rutin organisasi.

Sekretaris Perusahaan Pelindo II Banu Astrini menga­takan, pihaknya bersama tiga perusahaan pelat merah lain­nya yakni PT Pelindo I, III dan IV (Persero) atas nama Indo­nesia bermaksud mengambil peran lebih aktif dalam sektor maritim logistik dunia.

"Kami ingin acara ini bisa sebagai platform untuk berbagi best practices, pengalaman dan updating berbagai kema­juan dan perkembangan sektor ini termasuk ajang networking yang baik untuk peluang-peluang kerja sama dalam arti yang luas," ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia berharap, melalui event tersebut juga dapat diman­faatkan untuk menyampaikan perjalanan transformasi sektor maritim Indonesia kepada publik internasional.

Senada, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan, para pebisnis sek­tor maritim logistik dunia bisa saling bertukar pikiran, pengalaman, dan perspektif tentang sektor di masa datang.

Ia memperkirakan, sekitar 1.000 pelaku industri dari pelabuhan, pengapalan dan industri maritim akan berpar­tisipasi di dalamnya termasuk dengan tour di Jakarta.

Karenanya, perseroan akan memperkenalkan Indonesia Chain Port dalam rangkaian meningkatkan pelayanan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Salah satunya, kami ingin menunjukkan proyek pelabu­han besar seperti New Priok Terminal Project bagi peserta yang mendaftar dini (early bird)," katanya.

Dijelaskannya, New Priok Container Terminal (NPCT) 1 sudah selesai dan mulai beroperasi per September 2016. Sehingga, tahun ini pihaknya tengah melan­jutkan pengerjaan konstruksi NPCT 2 dan NPCT 3.

Dimana, proyek Terminal Petikemas Kalibaru ini me­nelan investasi total hampir mencapai Rp 14,5 triliun itu.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan proses reklamasi dan dalam tahap pemadatan tanah/pasir untuk selanjutnya dapat dikerjakan konstruksinya.

"Kalau dari persentase tahapan mungkin baru sekitar 15-20 persen per Januari 2017. Untuk membuat fasilitas bangunan laut itu tidak bisa ce­pat, butuh waktu untuk proses pemadatan tanah," katanya.

Diakuinya, pihaknya mengalokasikan dana untuk pem­bangunan NPCT 2 dan NPCT 3 tersebut dapat mencapai sekitar Rp 8 triliun. "Kurang lebih satu terminal itu bisa sampai Rp 4 triliun," tutur Elvyn.  ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA