YLKI Tidak Rekomendasikan Beli Obat Via Online

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 24 Juli 2016, 16:17 WIB
YLKI Tidak Rekomendasikan Beli Obat Via Online
foto :net
rmol news logo Masyarakat sebaiknya tidak lagi membeli obat-obatan via online, pasca temuan peredaran vaksin palsu.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi merekomendasi itu karena tingkat keamanan obat-obatan yang dijual secara online dinilainya sangat rendah.

Ia pun meminta pemerintah untuk pro aktif menutup portal-portal penjualan obat, termasuk menyangkut vaksin.

"Kalau online sangat tidak recommended untuk membeli obat. 80 persen obat online palsu akunnya. Jangan sampai masyarakat beli obat online. Termasuk vaksin, dijual online, itu sudah nggak benar," ujar Tulus dalam diskusi bertajuk Darurat Farmasi, di Pasar Festival, Jakarta, Minggu, (24/7).

Kasus vaksin palsu yang merebak hingga masuk rumah sakit diyakininya karena permainan para mafia. Nyatanya, obat-obatan dan vaksin masuk melalui manajemen rumah sakit. Ini berarti rendahnya pengawasan dari pihak rumah sakit.

"Apalagi vaksin distributornya terbatas, jika dia mengambil dari tidak resmi, otomatis bermasalah. Kalau langka (vaksin) bisa mengalihkan ke RS lain, klinik lain yang masih punya stok," jelas Tulus.

Ia juga menyoroti pengelolaan limbah RS. Menurutnya, limbah-limbah RS, termasuk sampah vaksin langsung dihancurkan dan tidak boleh dibuang ke tempat pembuangan umum.

"Pihak pengawasan dari Pemdanya, misal di DKI Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup yang paling bertanggung jawab. Yang jelas, pemicu vaksin palsu adalah pengelolaan limbah RS yang nggak beres, salah satu pemicunya," kata Tulus, menekankan.[wid]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA