Penggagas Gerakan AMPUH Dimas Oky Nugroho mendorong anak-anak muda Indonesia untuk peduli, berpartisipasi dan berkontribusi untuk pembangunan sosial ekonomi di lingkungannya masing-masing.
"Saat ini kita semua sudah harus bertransformasi tidak hanya memikirkan diri kita sendiri, hanya mementingkan keuntungan atau profit sendiri atau kelompoknya. Dengan social entrepreneurship kita harus mampu bekerja sama melahirkan inisiatif, kreatif dan inovatif tak hanya untuk mendapatkan pemenuhan finansial semata tapi harus diselaraskan dengan pemenuhan sosial dan budaya. Semuanya untuk kesejahteraan sosial bersama dan pemerataan sosial ekonomi," jelasnya kepada redaksi (Kamis, 21/7).
Menurut Dimas, intinya yang harus diperhatikan anak muda dan menjadi tren dunia saat ini dalam kewirausahaan sosial adalah membangun partisipasi, jaringan dan kolaborasi untuk kemenangan dan kesejahteraan bersama.
"Justru sesungguhnya dalam kewirausahaan sosial nilai-nilai Pancasila dan gotong royong dijalankan secara lebih praktis," beber Dimas yang juga direktur Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC).
Senada dengan Dimas, Aryo Moedanton selaku founder Anakmudanet menambahkan bahwa jiwa social entreprenuership harus ditanamkan sejak dini dalam diri anak muda. Sebab, selain berusaha, anak muda harus sensitif akan permasalahan yang ada di dalam masyarakat serta memberikan solusi dengan produk-produk yang dihasilkan.
Aryo juga memotivasi anak muda untuk membuka usaha di bidang digital. Menurutnya, satu-satunya bidang usaha yang tidak akan mati di era modern seperti sekarang ini adalah bisnis digital karena hampir semua transaksi ekonomi sudah dilakukan secara digital.
"Yang diperlukan oleh anak muda hanya menumbuhkan gairah atau passion wirausaha yang tidak gampang menyerah. Jika gagal harus mencoba lagi karena tidak ada pengusaha sukses yang tidak gagal. Dari kegagalan itulah kita belajar dan mengevaluasi diri kita agar tidak mengulangi kesalahan yang sama," jelasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: