Catatan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, dari pemantauan sejak H-18 hingga H+6 sampai dengan pukul 06.00 WIB, terhitung ada 1.295.321 penumpang yang menggunakan moda transportasi laut.
Sedangkan untuk jumlah penumpang turun sebanyak 1.254.411 orang atau terjadi peningkatan sebesar 16,12 persen dibandingkan tahun 2015.
"Kepadatan penumpang tertinggi terjadi di Pelabuhan Batam dengan jumlah penumpang naik sebesar 174.130 orang dan penumpang turun sebanyak 142.117 orang," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Tonny Budiono, melalui siaran persnya, Jumat (15/7).
Sementara itu, hasil pemantauan di 52 pelabuhan, data Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2016 menyebutkan beberapa pelabuhan juga mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Rinciannya, lonjakan tersebut antara lain terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar 722 persen, Sampit 582 persen dan Namlea 529 persen.
Tonny mengklaim jika pelaksanaan Angkutan Laut Lebaran tahun 2016 ini lebih baik daripada tahun lalu.
Selain ketersediaan sarana dan prasarana dari Kemenhub, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan pelayaran jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
"Para penumpang laut sekarang ini lebih mengerti dan mentaati peraturan yang dikeluarkan Pemerintah. Khususnya, terkait dengan keselamatan Pelayaran," tutur Tonny.
Tonny mencontohkan, penumpang kapal di Pelabuhan Makassar dengan sukarela turun dari kapal yang sudah melebihi kapasitas dengan tertib dan teratur, beberapa waktu lalu.
Keselamatan pelayaran, lanjutnya, mutlak dan tak ada kompromi. Pemerintah sudah menyiapkan kapal tambahan untuk mengangkut penumpang yang belum terangkut.
"Jadi, tidak ada pemberian dispensasi terhadap dispensi yang telah diberikan," tegas Tonny.
Untuk diketahui, masa angkutan lebaran 2016 ini, Kemenhub menyiapkan 1.065 kapal dengan 983 kapal siap angkut.
Selain itu, untuk lebih memberikan meningkatkan keselamatan angkutan laut, sebelum dimulainya masa angkutan lebaran 2016, Kemehub telah melakukan uji petik pada kapal penumpang, kapal penyeberangan, serta kapal Ro-ro penumpang.
Tonny mengimbau agar keselamatan pelayaran dapat dijadikan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama.
Sehingga perlu adanya sinergi antara Regulator, Operator dan Masyarakat sebagai pengguna jasa.
"Masyarakat harus menyadari dan menempatkan keselamatan di atas segalanya. Seperti yang disampaikan oleh Menhub, Ignasius Jonan, 'Lebih baik tidak berangkat daripada tidak pernah sampai'," demikian Tonny.
[wid]
BERITA TERKAIT: