Deputi IV bidang koordinasi SDM Iptek dan Budaya Maritim, Syafri Burhanuddin menjelaskan, leading sektor dari program ini adalah Kementan berkoordinasi dengan Kementerian KKP dan didukung oleh Kemenko Maritim dan Sumber Daya.
Dirjen Perikanan dan Budidaya Kementerian Kelautan Perikanan Slamet Soebjakto pada kesempatan yang sama mengatakan, selama ini, hasil uji coba yang dilakukan oleh pemerintah, ikan padi bisa meningkatkan pendapatan petani.
Padi akan tumbuh di atas air yang terdapat ikan. Hama padi akan dimakan oleh ikan. Sedangkan padi juga akan memperoleh pupuk alami dari kotoran ikan yang hidup di bawahnya.
"2016 ini Pak Menko (Rizal Ramli) menyampaikan Oktober nanti akan mulai kegiatan ikan padi ini sudah skala besar," ujar Slamet di Kantor Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa, (3/5).
Untuk program ini, beber Slamet, KKP menganggarkan dana sebesar Rp 4,5 miliar tahun 2016. Kedepan, pemerintah akan membahas dan menentukan wilayah mana saja yang akan dijadikan areal percontohan ikan padi di Indonesia.
Rencananya di setiap provinsi, akan ada lahan seluas 1-2 hektar untuk uji coba. Di wilayah pertanian di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Klaten, Temanggung, sudah diujicobakan dengan ikan mas, lele, gurame, udang galah, patin dan termasuk ikan hias.
"Hampir semua ikan bisa dibudidayakan dengan padi. Nanti setiap empat bulan, ikannya sudah bisa dipanen, lalu airnya dikeringkan untuk memanen padinya," jelas Slamet.
Pemerintah juga akan menyiapkan benih-benih ikan jenis tertentu, dan sarana pengairan serta lahan untuk ikan padi.
"Saya kira ini prospek yang sangat bagus sekali, tidak ada kekhawatiran jumlah padi akan menurun, karena akan ada suplai pupuknya dari kotoran ikan. Kalau di Thailand disebut petani organis. Ikan padi juga akan mengurangi hama untuk padi," imbuh Slamet.
[wid]
BERITA TERKAIT: