Hal tersebut berarti mengakhiri produksi ponsel oleh Nokia.
Kesepakatan jual-beli antara kedua perusahaan seharusnya selesai pada awal tahun ini. Namun karena sejumlah kendala dan hambatan di tingkat regulator, sehingga penyelesaian pembelian baru terlaksana kemarin.
"Hari ini kami menyambut perangkat dan layanan bisnis Nokia ke dalam keluarga kami," kata kepala eksekutif Microsoft Satya Nadella seperti dilansi
BBC.
"Kemampuan mobile dan aset yang mereka bawa akan memajukan transformasi kamin," lanjutnya.
Setelah resmi dibeli, Nokia tidak lagi memproduksi perangkat mobile, melainkan fokus pada pengembangan jaringan, layananan pemetaan, pengembangan teknologi, serta lisensi.
Seorang mantan Kepala Eksekutif Nokia, yakni Stephen Elop diangkat menjadi wakil presiden eksekutif grup perangkat Microsoft. Ia bertanggung jawab atas produksi sejumlah produk microsfot seperti ponsel pintar Lumia, Tablet, hardwate Xbox, Microsoft Surface, dan Perceptive Pixel (PPI).
Sementara itu, nasib dua pabrik Nokia di Asia tidak tercantum dalam kesepakatan. Sehingga, pabrik Nokia di Chennai India akan segera dikenakan pembekuan aset oleh otoritas pajak setempat. Sedangkan pabrik Nokia di Masan Korea Selatan akan segera ditutup.
[mel]
BERITA TERKAIT: