Kementerian ESDM Ogah Larang Mobil Mewah Minum BBM Subsidi

Tahun Ini Dianggarkan Rp 210,7 Triliun

Selasa, 15 April 2014, 09:13 WIB
Kementerian ESDM Ogah Larang Mobil Mewah Minum BBM Subsidi
ilustrasi
rmol news logo Pemerintahan yang akan datang perlu mengatasi masalah terus membengkaknya anggaran subsidi, terutama untuk bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Badan Pemeriksa Ke-uangan (BPK) Hadi Poernomo mengatakan, anggaran subsidi BBM setiap tahunnya menyedot ratusan triliun rupiah tetapi tidak tepat sasaran. Oleh sebab itu, BPK siap memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah ini jika pemerintah membutuhkan.

“Semua masukannya kita siapkan sesuai pengalaman dan temuan BPK yang berulang-ulang. Kalau (subsidi) BBM kan nggak tepat sasaran,” kata Hadi di Gedung BPK, Jakarta, kemarin.

Anggaran subsidi BBM memang mengkhawatirkan. Hampir setiap tahun, anggaran tersebut naik. Tahun ini pemerintah harus menyediakan dana Rp 210,7 triliun untuk subsidi BBM.

“Harus dilihat dan harus diubah bagaimana caranya untuk mengendalikan,” katanya.

Selain masalah subsidi BBM, BPK juga menyarankan pemerintahan baru nanti mengintegrasikan semua dokumen dalam sistem online. Dengan begitu, perjalanan dokumen dapat terdeteksi dengan cepat dan akurat.

“Tantangannya itu sepanjang aliran dokumen dan aliran uangnya nggak online, kita semua susah dong. Kenapa? Sebab, untuk sampai kabupaten di Papua itu nggak gampang,” jelas Hadi.

Sistem online, lanjut dia, sangat memudahkan terutama dalam aspek pengelolaan keuangan. Itu juga mampu memperkecil terjadinya penyimpangan dari setiap transaksi yang menggunakan uang negara.

“Kalau online kan gampang sehingga kita bisa periksa di kantor kita,” ujar Hadi.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengusulkan pemerintah melarang mobil mewah di atas 1.800 cc pakai BBM subsidi dalam revisi Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1 Tahun 2013.

Bagi Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, aturan larangan tersebut tidak akan efektif selama orang-orang kaya masih berpikir dirinya adalah orang miskin yang berhak atas BBM subsidi.

“Mobil mewah dilarang pakai BBM subsidi, aduh, larangan itu tidak ada, itu masalah hati. Orang yang seperti itu artinya orang kaya mobilnya masih pakai BBM subsidi adalah orang kaya yang merasa miskin. Kalau itu saya kasihan,” ujar Susilo, kemarin.

Menurutnya, orang-orang kaya yang mobilnya tetap ‘minum’ BBM subsidi sangat tidak pantas.

“Ngapain dia ikut antre segala di SPBU cuma mau pakai BBM subsidi. Dia memiskinkan dirinya sendiri. Mau dilarang bagaimanapun juga, namanya penyakit hati, memiskinkan diri ya tetap saja pakai BBM subsidi,” tutup Susilo seperti tak berdaya. ***
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA