Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengakui pihaknya menghadapi kendala dalam upaya penangkapan pelaku penembakan. Salah satunya karena insiden itu terjadi pada malam hari.
"Kami minim bukti dan minim saksi, ini juga kesulitannya. Pelaku juga melakukan aksinya dengan cepat," katanya, Selasa (11/2).
Rikwanto menambahkan, pemeriksaan terhadap sopir bus Jonni Marasih Siregar juga tidak memperoleh hasil memuaskan. Saat mengemudi, sang sopir hanya mendengar suara letusan tanpa mengetahui dari mana asalnya.
"Di lokasi sudah tidak ada lagi yang bisa diolah. Dari mobil busnya memang ada bekas tembakan namun belum diketahui jenis senjata yang dipakai," jelasnya.
Diketahui, penembakan terhadap bus TransJakarta terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sesaat setelah bus TMB 27 rute Pinang Ranti-Pluit itu melintasi halte Pancoran Barat. Peristiwa ini baru dilaporkan oleh sopir Jonni Marasih Siregar keesokan harinya.
Akibat penembakan, armada transportasi kebanggan warga Jakarta ini mengalami pecah kaca samping kiri bagian tengah. Ada juga bekas tembakan di bagian tengah badan bus sebelah kiri dengan sekitar 10 lubang.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BACA JUGA: