Kinerja Industri TPT Diperkirakan Stagnan

Jumat, 31 Mei 2013, 09:33 WIB
Kinerja Industri TPT Diperkirakan Stagnan
ilustrasi
rmol news logo Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Panggah Susanto mengatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki dan penyamakan kulit menghadapi banyak tantangan khususnya dalam persaingan global saat ini.

“Sebagian besar mesin TPT, alas kaki dan penyamakan kulit berusia di atas 20 tahun sehingga tingkat konsumsi energi tinggi,” tukas Panggah saat membuka Gelar Sepatu Kulit dan Fesyen 2013 di Jakarta, kemarin.

Dengan mesin-mesin yang berusia di atas 20 tahun tersebut, selain menyebabkan konsumsi energi yang besar juga menyebabkan buruknya kualitas produk. Dan, kecepatan produksi juga turun.

“Permasalahannya, persaingan akan semakin ketat dengan munculnya negara-negara kompetitor baru yang sudah mengadopsi teknologi yang canggih,” katanya.

Selain itu, produk TPT dan alas kaki dari China yang cenderung murah dan beragam terus membanjiri pasar Indonesia. Banjirnya produk tersebut bisa secara legal maupun ilegal. Masalah lainnya terkait dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang terus mengalami kenaikan, serta dibarengi dengan kenaikan tarif dasar listrik.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat memproyeksikan kinerja industri TPT stagnan tahun ini. Proyeksi itu seiring munculnya berbagai masalah seperti kenaikan TDL dan upah minimum provinsi (UMP) yang meningkatkan biaya produksi.

Ade juga memperkirakan total penjualan industri TPT tahun ini hanya mampu mencapai realisasi pada 2012 yakni senilai 20,2 miliar dolar AS akibat melemahnya penjualan di dalam negeri.

“Permasalahan domestik tahun ini lebih berat daripada masalah global seperti krisis ekonomi di Eropa yang menekan laju ekspor pada tahun lalu,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA