Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana menjelaskan, pendapatan 2012 paling besar berasal dari surat pos Rp 1,37 triliun, jasa keuangan atau remitansi Rp 1,14 triliun dan paket pos Rp 522,81 miliar.
Dia juga mengatakan, pihaknya menargetkan pendapatan tahun ini naik 35 persen menjadi Rp 4,53 triliun dibanding periode 2012 sebanyak Rp 3,33 triliun.
“Peningkatan jumlah pendapatan itu diharapkan dapat mempengaruhi perolehan laba bersih tahun ini yang ditargetkan Rp 275,48 miliar, jauh lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya Rp 200,36 miliar,†kata Ketut.
Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan bisnis properti. Bisnis ini dapat menyumbang 12 persen dari laba tahun ini. Untuk target pendapatan properti, Pos Indonesia mengincar Rp 417 miliar dari total target pendapatan tahun ini.
Saat ini perseroan tengah menyiapkan penyerahan dana Rp 175 miliar untuk PT Bank Sinar Harapan Bali, menyusul akusisi yang dilakukan bersama dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana sebesar Rp 175 miliar itu ditarget akan diserahkan Juni tahun ini.
Menurut Ketut, saat ini masih proses penyelesaian di tangan regulator, yakni Bank Indonesia. Pos Indonesia berharap proses di tingkat regulasi itu segera selesai. Dengan demikian, perusahaan bentukan tersebut segera beroperasi dengan penyertaan modal dari perseroan. Suntikan dana itu, merupakan bentuk ekspansi bisnis dari Pos Indonesia. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google