SBY Tawarkan Insentif Bagi Kontraktor Migas

Sistem Perizinan Eksplorasi Bakal Dipangkas

Kamis, 16 Mei 2013, 08:26 WIB
SBY Tawarkan Insentif Bagi Kontraktor Migas
SBY
rmol news logo Presiden SBY berharap ada investor yang mau menambah cadangan minyak dan gas (migas).  Karena itu, dia meminta sistem perizinan eksplorasi migas dipangkas agar lebih mudah. 

SBY menilai, iklim investasi di sektor minyak dan gas bumi (mi­gas) Tanah Air mengalami ke­ma­juan beberapa tahun terakhir. In­dustri migas menjadi tulang pung­­gung negara.

Setidaknya se­tiap tahun in­dustri migas me­nyum­bang untuk pemasukan ne­gara Rp 300 triliun.  Menurutnya, agar kemajuan ik­lim investasi tetap berkembang dan bisa lebih maju lagi, maka pembenahan ha­rus dilakukan. 

“Salah satu caranya reformasi perizinan investasi hulu migas baik untuk eksplorasi dan pro­duk­si yang puluhan harus bisa di­pangkas sehingga proses bisnis da­pat terjaga dan berlangsung le­bih cepat,” kata SBY dalam sam­­butannya saat membuka Con­vention and Exhibition Indo­ne­sian Petroleum Association (IPA) yang ke 37 di  Jakarta Con­vention Center (JCC), kemarin.

SBY menuturkan, pembenah­an perizinan bukan pekerjaan mu­dah. Oleh karena itu, dia me­minta kementerian dan lembaga terkait kom­pak melepas ego sektoral agar bangsa ini maju. 

Ketua Umum Partai De­mokrat ini juga ingin ada kepastian hu­kum bagi investor. Sebab, menu­rutnya, hal itu syarat mut­lak bila iklim investasi ber­langsung kon­dusif.

Pada kesempatan ini, SBY me­nawarkan insentif lebih untuk pa­ra Kontraktor Kontrak Kerja Sa­ma (KKKS) yang mampu me­nambah cadangan migas baru.

“Pe­nambahan cadangan baru kru­sial bagi Indonesia, maka pe­me­rintah memberi insentif bagi ke­giatan eksplorasi. Saya ins­truk­sikan menteri ESDM dan Kepala SKK Migas agar berkoordinasi de­ngan Kemenkeu untuk cari pola insentif yang tepat,” kata SBY.

Selain menawarkan insentif,  Presiden juga menjanjikan per­baikan in­fra­struktur. Menurut SBY, dirinya su­dah mengeluar­kan In­pres No­mor 2 tahun 2012 Tentang Pe­ning­katan Produksi Minyak Bumi Nasional.

Pihaknya menyerukan ja­jar­an pemerintah agar membantu pe­ningkatan produksi migas.

Sedangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Je­ro Wacik meminta, investor da­pat bekerja sama dengan  me­ng­ikuti aturan yang ditetapkan pe­merintah. Sebab, sejauh ini pe­me­­rintah tetap berkomitmen mem­buka banyak jalan mem­ban­tu untuk mempercepat in­vestasi dan memberikan kepastian hu­kum.

“Kalau investor tidak me­mi­liki kepedulian, tidak mem­be­rikan la­pangan kerja atau tidak pe­duli untuk menjaga dan me­me­lihara lingkungan, saya tegas­kan lebih baik jangan berinves­tasi,” kata politisi Demokrat ini.

Namun, dia melihat sejauh ini kalangan investor mi­gas masih mematuhi aturan main di in­dustri migas.

Con­vention and Exhi­bi­tion ini digelar IPA selama tiga hari mulai ke­marin sampai besok. Pada acara ini, IPA meng­angkat tema Pro­moting Invest­ment in a Chal­le­nging Environ­ment.

Presiden IPA Lukman Mah­foedz menjelaskan, acara ini di­gelar se­bagai tempat bertemu semua stakeholder (pemangku kepentingan) di bidang industri migas untuk bertukar pengala­man di dalam melakukan ekspo­lorasi. “Dalam event ini ada 260 pe­serta dari dalam dan luar ne­geri akan berbagi pengala­man­­nya,” kata bos Medco Energy ini.

 Me­nurut Lukman,  peserta ada yang menampilkan anjung­an khu­­­sus untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) KKKS. Dengan demikian, pe­ng­un­­jung dapat berinteraksi dan me­lihat seperti apa kegiatan pe­nge­­boran migas.

Lukman menyampaikan apre­siasi kepada Presiden dan Men­teri ESDM yang dengan cepat mem­bentuk SKK Migas setelah BP Migas dibubarkan.

“Kami pe­laku industri migas ber­syukur di­keluarkannya Per­pres yang telah mengembalikan rasa aman dalam investasi bisnis migas,” pungkas Luk­man. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA