SBY menilai, iklim investasi di sektor minyak dan gas bumi (miÂgas) Tanah Air mengalami keÂmaÂjuan beberapa tahun terakhir. InÂdustri migas menjadi tulang pungÂÂgung negara.
Setidaknya seÂtiap tahun inÂdustri migas meÂnyumÂbang untuk pemasukan neÂgara Rp 300 triliun. Menurutnya, agar kemajuan ikÂlim investasi tetap berkembang dan bisa lebih maju lagi, maka pembenahan haÂrus dilakukan.
“Salah satu caranya reformasi perizinan investasi hulu migas baik untuk eksplorasi dan proÂdukÂsi yang puluhan harus bisa diÂpangkas sehingga proses bisnis daÂpat terjaga dan berlangsung leÂbih cepat,†kata SBY dalam samÂÂbutannya saat membuka
ConÂvention and Exhibition IndoÂneÂsian Petroleum Association (IPA) yang ke 37 di Jakarta ConÂvention Center (JCC), kemarin.
SBY menuturkan, pembenahÂan perizinan bukan pekerjaan muÂdah. Oleh karena itu, dia meÂminta kementerian dan lembaga terkait komÂpak melepas ego sektoral agar bangsa ini maju.
Ketua Umum Partai DeÂmokrat ini juga ingin ada kepastian huÂkum bagi investor. Sebab, menuÂrutnya, hal itu syarat mutÂlak bila iklim investasi berÂlangsung konÂdusif.
Pada kesempatan ini, SBY meÂnawarkan insentif lebih untuk paÂra Kontraktor Kontrak Kerja SaÂma (KKKS) yang mampu meÂnambah cadangan migas baru.
“PeÂnambahan cadangan baru kruÂsial bagi Indonesia, maka peÂmeÂrintah memberi insentif bagi keÂgiatan eksplorasi. Saya insÂtrukÂsikan menteri ESDM dan Kepala SKK Migas agar berkoordinasi deÂngan Kemenkeu untuk cari pola insentif yang tepat,†kata SBY.
Selain menawarkan insentif, Presiden juga menjanjikan perÂbaikan inÂfraÂstruktur. Menurut SBY, dirinya suÂdah mengeluarÂkan InÂpres NoÂmor 2 tahun 2012 Tentang PeÂningÂkatan Produksi Minyak Bumi Nasional.
Pihaknya menyerukan jaÂjarÂan pemerintah agar membantu peÂningkatan produksi migas.
Sedangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) JeÂro Wacik meminta, investor daÂpat bekerja sama dengan meÂngÂikuti aturan yang ditetapkan peÂmerintah. Sebab, sejauh ini peÂmeÂÂrintah tetap berkomitmen memÂbuka banyak jalan memÂbanÂtu untuk mempercepat inÂvestasi dan memberikan kepastian huÂkum.
“Kalau investor tidak meÂmiÂliki kepedulian, tidak memÂbeÂrikan laÂpangan kerja atau tidak peÂduli untuk menjaga dan meÂmeÂlihara lingkungan, saya tegasÂkan lebih baik jangan berinvesÂtasi,†kata politisi Demokrat ini.
Namun, dia melihat sejauh ini kalangan investor miÂgas masih mematuhi aturan main di inÂdustri migas.
ConÂvention and ExhiÂbiÂtion ini digelar IPA selama tiga hari mulai keÂmarin sampai besok. Pada acara ini, IPA mengÂangkat tema
ProÂmoting InvestÂment in a ChalÂleÂnging EnvironÂment.Presiden IPA Lukman MahÂfoedz menjelaskan, acara ini diÂgelar seÂbagai tempat bertemu semua
stakeholder (pemangku kepentingan) di bidang industri migas untuk bertukar pengalaÂman di dalam melakukan ekspoÂlorasi. “Dalam event ini ada 260 peÂserta dari dalam dan luar neÂgeri akan berbagi pengalaÂmanÂÂnya,†kata bos Medco Energy ini.
MeÂnurut Lukman, peserta ada yang menampilkan anjungÂan khuÂÂÂsus untuk kegiatan
Corporate Social Responsibility (CSR) KKKS. Dengan demikian, peÂngÂunÂÂjung dapat berinteraksi dan meÂlihat seperti apa kegiatan peÂngeÂÂboran migas.
Lukman menyampaikan apreÂsiasi kepada Presiden dan MenÂteri ESDM yang dengan cepat memÂbentuk SKK Migas setelah BP Migas dibubarkan.
“Kami peÂlaku industri migas berÂsyukur diÂkeluarkannya PerÂpres yang telah mengembalikan rasa aman dalam investasi bisnis migas,†pungkas LukÂman. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: