“Banyak protes dan perdebatan tentang kelistrikan baik soal subsidi, tarif listrik dan inefiÂsiensi namun isinnya lebih berÂsifat poÂlitis. Padahal, kami butuh trust untuk memajukan PLN,†curhat Eddy kepada wartawan di JaÂkarta, Selasa (14/03).
Eddy yang kini sedang meÂnyuÂsun buku berjudul
Building Trust In The Black Box ini meÂneÂgasÂkan, pihaknya memiliki komitÂmen unÂtuk meningkatkan kinerja.
Menurutnya, PLN sudah mengÂÂupayakan penyediaan listrik ke berbagai wilayah Indonesia. SeÂlain itu, BUMN ini juga akan meÂlakukan penataan manajemen.
“PLN sudah jauh lebih baik. Dahulu PLN mengalami keruÂgiÂan dan kini sudah meraup keunÂtungÂan. Tapi kami masih terus dapat caci maki,†curhatnya.
Padahal, katanya, tantangan di lapangan tidak mudah mulai dari mitra kerÂja PLN yang nakal dan kesaÂdaÂran konsumen yang masih rendah.
Eddy menyampaikan rencana PLN ke depan untuk memÂperÂbaiki pelayanan. Dikatakan, PLN akan meningÂkatÂkan laÂyanÂan dan kinerja berbasis
online untuk menÂÂjaÂwab tantangan perkemÂbaÂngÂan zaman. Selain itu, PLN akan meÂningÂkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo BamÂbang Sulisto meminta PLN lebih transparan dalam menetapkan taÂrif sehingga bisa mendorong perÂekonomian nasional. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: