Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, kestabilan harga pangan merupakan hal yang harus diwujudkan sebelum pemerintah menyesuaikan harga BBM.
“Kalau harga pangan turun, itu akan menjadi bekal untuk kita mengambil sikap atas kenaikan harga,†ujar Gita di Jakarta, kemarin.
Dia mengaku saat ini harga beberapa komoditas pangan mulai menunjukkan penurunan. Sebelumnya awal tahun ini harga pangan sempat naik akibat pembatasan impor hortikultura.
“Kalau April dan Mei sudah stabil, saya rasa tidak menjadi hambatan apabila BBM dinaikkan,†timpal Ketua PBSI ini.
Kendati begitu, kata dia, masih ada beberapa komoditas yang harganya masih tinggi, yaitu daging sapi. Di beberapa daerah harga komoditas ini masih naik, sehingga pemerintah berupaya mempercepat distribusi dan pengadaan daging sapi, termasuk melakukan impor.
“Kita harus melakukan apapun agar harganya (dagung sapi-red) rata-rata Rp 75 ribu per kilogram. Karena ini masih Rp 90 ribu ke atas, makanya kita mau akselerasi impor,†terang Gita.
Hal senada dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat.
Menurutnya, rencana kenaikan harga BBM subsidi tidak akan mengganggu industri usaha kecil dan menengah (UKM). Sebab, besaran kenaikan harga BBM tersebut tidak terlalu signifikan.
Namun, kata dia, pemerintah tetap mengantisipasi rencana kenaikan harga BBM ini agar tidak berimbas pada kenaikan harga bahan-bahan pokok serta harga barang lainnya.
“Yang ditakutkan adalah harga barang naik karena imbas psikologis kenaikan harga BBM,†ujar politisi Golkar ini. Namun, Hidayat memprediksi, harga BBM ke depannya akan turun kembali.
BPS Capek Hitung Dampak InflasiDeputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengaku pihaknya belum bisa memprediksi inflasi akibat kenaikan harga BBM subsidi. Apalagi, pemerintah selalu mengubah-ubah kebijakannya.
“Capek menghitungnya. Kita nunggu saja inflasi dari kenaikan harga BBM baik bila harga BBM Rp 6.000 atau Rp 6.500,†curhat Sasmito di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, April belum ada dampak terhadap inflasi terkait rencana kenaikan harga BBM karena masalah ini sudah disampaikan cukup lama. “Wacana tersebut tidak mengganggu masyarakat,†imbuhnya.
Sasmito masih menunggu keputusan pemerintah berapa kenaikan harga BBM. Jadi, BPS tinggal menunggu besaran inflasi dari dampak harga BBM yang naik.
Kepala BPS Suryamin mengusulkan kenaikan harga BBM subsidi seusai Lebaran. Menurut dia, kenaikan harga itu harus memperhitungkan harga-harga komoditas lainnya.
“Timing-nya saat harga rendah, saat deflasi,†sarannya.
Menurut Suryamin, Juni bertepatan dengan masuknya tahun ajaran baru.
Kemudian Juli masuknya bulan puasa.
“Biasanya harga turun itu habis Lebaran atau bulan-bulan dalam pertengahan tahun. Pokoknya sebelum anak masuk sekolah dan puasa,†terangnya.
Sebelumnya, Presiden SBY menunda pengumuman kenaikan harga BBM subsidi di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2013, Selasa (30/4).
SBY memastikan akan ada kenaikan harga BBM subsidi tahun ini tapi belum diputuskan kapan dan berapa besar kenaikannya.
“Saya ingin katakan, harga BBM naik bila dana kompensasi siap. Saya ingin begitu harga naik, dana kompensasi langsung disalurkan,†ujarnya.
Sebab, lanjutSBY, kenaikan harga BBM subsidi ini akan menyebabkan inflasi. Karena itu, pemerintah harus membantu dan melindungi orang tidak mampu atau miskin sehingga bisa mencukupi keperluan sehari-hari. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: