Vice President Corporate Communication PT Pertamina Ali Mundakir mengatakan, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari pemerintah mengenai pembatalan pemberlakukan dua harga BBM.
“Apapun keputusan pemerintah, kita ikut saja. Pertamina kan hanya membantu pelaksanaan kebijakan pemerintah,†kata Ali kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Ali menolak bila Pertamina dinilai tidak siap melaksanakan kebijakan dua harga BBM subsidi. Dia mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan persiapan.
Di antaranya, melakukan koordinasi dengan aparat keamanan, melakukan pemetaan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan membuatan spanduk sosialisasi pelaksanaan BBM dua harga sebanyak 5.000 unit.
Selain itu, Pertamina berencana akan menerapkan sistem
information technology (IT) untukmemonitor pembelian BBM dua harga. Pasalnya, pemberlakukan dua harga BBM rentan terjadi penyimpangan.
Sementara pengusaha SPBU yang tergabung di Himpunan Wiraswasta Minyak Dan Gas Bumi (Hiswana) tidak kompak menyikapi rencana pemerintah memberlakukan dua harga BBM. Pengurus pusat mengklaim seluruh SPBU siap. Namun, belakangan sejumlah pengelola SPBU di daerah menyampaikan ketidaksiapannya.
Wakil Sekretaris DPD III Hiswana Migas Region DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten Syarief Hidayat berharap, pemerintah bisa segera mengambil kebijakan. Pasalnya, sejak berkembang wacana rencana pemberlakuan dua harga BBM, telah terjadi banyak penyimpangan.
“Penimbunan mungkin terjadi. Banyak laporan di daerah sekarang marak pedagang eceran bensin, mungkin untuk menghadapi kebijakan itu,†kata Syarief.
Syarief menuturkan, maraknya penjual BBM subsidi eceran tersebut sudah cukup meresahkan. Pasalnya, para pedagang tersebut nekat berjualan di pinggiran SPBU. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: