Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, Meijer sudah mengikuti
fit and proper test calon Direksi Garuda. Dalam tes itu, dia menyatakan siap bekerja sama memajukan Garuda. Rencananya, suami artis Maudy Kusnaedi tersebut akan ditempatkan menjadi Direktur Komersial.
Saat ini posisi Direktur Komersial Garuda dijabat Elisa Lumbantoruan. Dahlan mengatakan, Elisa akan digeser menjadi direksi ke perusahaan pelat merah lain di luar Garuda.
“Elisa kan orangnya hebat, ditempatkan di mana saja hebat. Dia akan tetap menempati posisi Direktur Komersial,tapi bukan di internal,†kata Dahlan di Kantor Pusat PT Taspen, Jakarta, kemarin.
Dia menuturkan, keputusan final tentang pengangkatan Erik sebagai Direktur Komersial Garuda akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 26 April depan.
Meijer membenarkan telah mengikuti
fit and proper test. “Yes, sudah melalui
assessment (
fit and proper) tetapi tidak tahu untuk posisi apa,†kata Meijer kepada
media online, kemarin.
Bekas Direktur PT Bakrie Telecom Tbk ini mengaku tidak pernah menawarkan diri untuk menempati jabatan tertentu, termasuk di Garuda.
Sebelumnya, Dahlan menerangkan, Kementerian BUMN menggaet Meijer bertujuan untuk memperkuat pangsa pasar Garuda Indonesia di kancah internasional. Sebab, persaingan maskapai penerbangan di dalam negeri maupun luar negeri saat ini semakin ketat.
Menurutnya, Garuda perlu diperkuat oleh eksekutif yang bisa memajukan perusahaan. Masuknya nama Erik Meijer dalam daftar
fit and proper test, kata Dahlan, atas permintaan khusus Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar.
Karena itu, dia tidak meragukan kemampuan Meijer yang selama ini lebih banyak mengurus bisnis telekomunikasi.
Meijer selama ini lebih dikenal sebagai eksekutif di bisnis telekomunikasi. Dia pernah bekerja di Telkomsel sekitar 11 tahun, Bakrie Telecom lima tahun dan kemudian Indosat. Dia bergabung di Indosat sejak Mei 2012.
Anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menyayangkan Kementerian BUMN menggaet warga negara asing untuk memperkuat Garuda.
“Sebaiknya jangan, kurang pantas BUMN pakai tenaga asing. Masih banyak WNI yang mampu memimpin Garuda. Kita tidak pernah kekurangan eksekutif handal,†kata Ferarari kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Sementara, rencana masuknya Erik menjadi Garuda Indonesia kemarin tidak berpengaruh banyak terhadap pergerakan saham tersebut di Bursa Efek Indonesia. Saham Garuda dibuka Rp 600 per lembar dan ditutup di level Rp 600. Volume transaksi hanya 5,868,000 lembar saham.
Kalangan analis memperkirakan, investor masih mencermati aksi korporasi BUMN ini. Sebelumnya, Garuda membeli dua pesawat Boeing 737-300 dengan kerja sama dengan perusahaan pembiayaan dan pendanaan asal Kuwait, Aviation Lease and Finance Company (ALAFCO). [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: